Peringatan 1 Tahun Banjir Bandang, Pemkot Bima Gelar Tabligh Akbar

Iklan Atas Halaman 920x250

.

Peringatan 1 Tahun Banjir Bandang, Pemkot Bima Gelar Tabligh Akbar

Sabtu, 23 Desember 2017
Walikota Bima saat menyampaikan sambutan.
Kota Bima, Jurnal NTB,-  Pemerintah Kota Bima menyelenggarakan kegiatan Tabligh Akbar serta Dzikir dan Doa Bersama dalam rangka peringatan 1 Tahun Musibah Banjir Bandang yang terjadi pada 23 Desember 2016 lalu.

Kegiatan yang dilaksanakan di halaman kantor Walikota Bima menghadirkan Prof. Dr. H. M. Quraish Shihab, MA, sebagai penyampai uraian hikmah. Prof. Dr. H. M. Quraish Shihab, MA, hadir bersama istri, Ny. Hj. Fatmawati Assegaf.

Selain itu, hadir Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, MA, juga bersama istri. Mereka disambut Walikota Bima M. Qurais H. Abidin bersama istri, didampingi Wakil Walikota Bima H. A. Rahman H. Abidin, SE, bersama istri, Dandim 1608/Bima, Kapolres Bima Kota, perwakilan unsur FKPD Kota Bima, Ketua MUI, Kepala Kantor Kemenag Kota Bima, sejumlah tokoh agama, serta jajaran Pemerintah Kota Bima.

Seperti dijelaskan oleh Walikota dalam sambutannya, tujuan kegiatan hari ini adalah untuk bertafakur agar kita bisa belajar dari pengalaman.

“Ada banyak yang bersuara bahwa musibah banjir bandang yang kita hadapi tahun lalu tidak usah diingat-ingat lagi. Namun sesungguhnya maksud kegiatan kita hari ini adalah untuk bertafakur, agar kita bisa memetik hikmah dan pelajaran dari apa yang telah kita alami, sehingga kedepannya bisa kita perbaiki,” kata Walikota.

Ia pun menyebutkan, selain besarnya kerugian yang kita hadapi akibat banjir bandang tahun lalu, banyak hikmah yang bisa dipetik antara lain yaitu saat itu benar-benar merasakan indahnya persaudaraan dan semangat gotong royong yang menjadi kekayaan bangsa.

“Saat menghadapi banjir mata kita dibuka bahwa kita tidak sendirian. Pertolongan datang dari berbagai arah. Kita juga diberikan kesempatan untuk memperbaiki banyak hal, seperti merehabilitasi lingkungan yang terdegradasi, memperbaiki sistem drainase, relokasi warga yang bermukim di bantaran sungai dan normalisasi sungai, pengembangan permukiman baru dan penertiban pemanfaatan ruang,” kata Walikota.

Hal ini senada dengan uraian Prof. Dr. Quraish Shihab. Ia menyampaikan, suatu musibah bukanlah musibah besar selama ia tidak menimpa agama. Jika masih bisa menemukan hikmah, berarti kejadian tersebut bermanfaat.

Dijelaskan, musibah merupakan sunnatullah sebagai proses sebab akibat dari tindakan manusia. Musibah juga merupakan peringatan dari Allah SWT sebagai ujian keimanan dan musibah tidak selamanya tanda kemurkaan Allah SWT.

“Saat musibah datang, manusia akan menyadari bahwa tidak ada perlindungan diri kecuali kepada Allah SWT saja, tidak ada tempat bergantung selain kepada-Nya, tidak ada pertolongan kecuali dari-Nyam,” tuturnya.

Di antara tanda-tanda kebesaran Allah SWT ialah menjadikan kita atau keluarga sebagai tempat sasaran ujian-Nya. Musibah, memang akan selalu mengikuti manusia di dunia ini karena dunia adalah tempat ujian dan cobaan.

“Musibah dan cobaan yang menimpa bertujuan memperbaiki ketakwaan dan kesabaran hamba-Nya, kemudian dipilih siapa yang sukses menerima ujian dengan penuh kesabaran,” pungkasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan dzikir bersama yang dipandu oleh Ustd. H. Ramli Ahmad, M.Ag, dan Ustd. H. Adnin, SQ, M.Pd; serta doa bersama yang dipimpin Ketua MUI Kota Bima Drs. H. M. Saleh Ismail.

Jurnal-02