Milad ke-58 SMPN 1 Kota Diawali Haflah Al-qur’an

Iklan Atas Halaman 920x250

.

Milad ke-58 SMPN 1 Kota Diawali Haflah Al-qur’an

Jumat, 05 Januari 2018
Kegiatan Haflah Al-Quran di masjid sekolah.
Kota Bima, Jurnal NTB,- Tangal 5 Januari merupakan milad SMPN 1 Kota Bima. Tahun 2018 ini merupakan milad yang ke-58. (Baca juga : Milad Ke-58, SMPN 1 Akan Gelar Berbagai Kegiatan)

Pada milad ke-58 tahun ini, dilaksanakan beberapa kegiatan dalam rangka memperingatinya seperti kegitan Haflah Al-quran, jalan santai, lomba-lomba dan pentas seni.

Namun dari rangkaian kegiatan, Milad ke-58 SMPN 1 Kota Bima diawali dengan kegiatan Haflah Al-quran. Kegiatan yang berlangsung di Masjid sekolah ini, ada sebanyak 8 orang siswa dan 5 orang guru yang ditampilkan untuk haflah al-quran.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Asisten III setda Kota Bima, Drs. H. Mukhtar Landa, MH., dan dihadiri oleh Kepala Kemenag Kota Bima, mantan Kepala Sekolah, mantan guru, organisasi GOW dan oraganisasi lainnya.

Kepala SMPN 1 Kota Bima Hj. Nurmah, M.Pd., mengungkapkan, kegiatan haflah yang dilaksanakan dalam rangka memperingati milad ke-58 tahun SMPN 1 Kota Bima ini berlangsung lancar dan sukses. 

“Milad SMPN 1 Kota Bima baru kali ini diperingati dengan kegiatan. Alhamdulillah kegiatan pertama berlangsung lancar dan sukses,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten III Setda Kota Bima Drs. H. Mukhtar, MH., dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada Kepala SMPN 1 Kota Bima Hj. Nurmah, M. Pd atas rangkaian kegiatan yang dilaksanakan.

Dikatakannya, aspek kerohanian memang harus menjadi salah satu perhatian utama untuk ditanamkan pada anak didik. Dalam visi-misi Kota Bima 2013-2018, karakteristik “Beriman” diletakkan paling awal, karena hal ini harus menjadi sendi dan ruh yang membekali mereka menghadapi kehidupan kedepannya nanti.

“Kegiatan haflah Al-Qur’an seperti ini sangat positif untuk dilaksanakan. Selain menanamkan kecintaan anak-anak pada kitab suci Al-Qur’an, kegiatan ini merupakan media untuk menyemai akhlak dan moral generasi penerus,” ungkapnya.

Hal ini juga diharapkan dapat membentengi anak didik dari pengaruh negatif seperti penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. Ancaman penyalahgunaan obat-obatan keras dan narkotika bagi masa depan bangsa sangat memrihatinkan. Sekarang, untuk menghancurkan sebuah bangsa tidak perlu lagi melalui perang dengan senjata. Cukup melalui penghancuran karakter dan moral generasi mudanya.

“Ada banyak cara untuk menghancurkan karakter dan moral generasi muda, antara lain perlahan mengikis kesantunan dan nilai-nilai kesopanan pada generasi muda serta menanamkan nilai-nilai kekerasan, bisa melalui bacaan atau tontonan. Ini sudah bisa kita lihat sekarang. Murid kurang menghormati guru, anak kurang menghormati orang tua. Tawuran dan perkelahian antar pelajar semakin sering terjadi,” pungkasnya.

Jurnal-01