Prihatin Kondisi Gunung dan Hutan Bima Dompu, Komunitas Rimpu Tanam 10 Ribu Pohon

Iklan Atas Halaman 920x250

.

Prihatin Kondisi Gunung dan Hutan Bima Dompu, Komunitas Rimpu Tanam 10 Ribu Pohon

Jumat, 24 Januari 2020
Komunitas rimpu saat menggelar jumpa pers di ruang VIP Bandara Bima.

Bima, Jurnal NTB,- Kondisi hutan dan gunung di Bima dan Dompu sangat memrihatinkan. Gunung yang dulu dipenuhi pohon-pohon besar, kini sudah banyak yang gundul dan sudah beralihfungsi. 

Berangkat dari kondisi ini, komunitas rimpu Bima Dompu di Jakarta merasa prihatin. Melalui program Safari Muhibah 2020 komunitas rimpu akan tanam 10 ribu pohon di Bima dan Dompu. 

Ketua komunitas rimpu Bima Dompu Jakarta H Dudi Fakhruddin mengungkapkan, giat penanaman 10 ribu pohon untuk Bima dan Dompu adalah bagian dari Program Kerja Yayasan Budaya Rimpu Nusantara (YBRN). 

"Panitia Safari Muhibah ini diketuai oleh AKBP Ruslan Idris. Penanaman 10 ribu pohon ini adalah Sub Program dari Safari Muhibah 2020 yang akan digelar pada Bulan Mei 2020 nanti," ungkapnya, saat jumpa pers di ruangan VIP Bandara Bima, Jumat (24/01).

Ia menjelaskan, penanaman akan dilakukan lebih awal pada tanggal 25 dan 26 Januari 2020.  Melalui gerakan kecil ini, mereka berharap fungsi hutan dan gunung kembali seperti sedia kala, yaiti fungsinya sebagai paru paru dunia, resapan air, sumber air, sumber kehidupan. 

"Gerakan ini tidak saja hanya sebatas penanaman saja. Tetapi akan terus berlanjut dengan melalukan pengontrolan dan pemeliharaan," jelasnya.

Untuk penaman, pengontrolan ini, komunitas rimpu memiliki tim di tiga daerah ini. Untuk kota Bima ditangani oleh Mbojo Hijau Kembali (MHK), Kabupaten Bima ditangani oleh komunitas Jao dan Kabupaten Dompu ditangani oleh pak Jaidun Irianto sebagai koordinator pelaksana. 

Dalam program ini sambung dia, komunitas rimpu akan berusaha melakukan yang terbaik sesuai kemampuan yang dimiliki. Salah satu poin yang jadi atensi bersama adalah giat penghijauan yang dilakukan harus memberikan hasil yang optimal. Yaitu tanaman harus tumbuh sehat hingga dewasa sehingga  bisa menghasilkan oksigen, bisa menjadi miliaran bendungan mikro menahan air, menjadi naungan bagi segala hewan, menurunkan suhu dan banyak manfaat lainnya. 

"Kami sudah berusaha mengidentifikasi sebab kegagalan dari usaha penghijauan selama ini, salah satunya adalah tidak adanya pemantauan dan pemeliharaan yang berkelanjutan terhadap pohon yang ditanam," terangnya. 

H Dudi mengaku, komunitas rimpu merencanakan untuk membuat program lanjutan setelah penanaman ini, yaitu program Pemantauan dan Pemeliharaan Tanaman. Program ini harus menjadi satu kesatuan berkelanjutan.

"Salah satu persiapannya adalah pada saat penanaman kami harus memiliki database bibit yg kami tanam, mulai dari mendata jumlah dan jenis bibit perlokasi, dan yang penting adalah pemberian label dan nomor masing-masing pohon yang ditanam. Nomor dan label akan jadi patokan pengamatan dan pemeliharaan lanjutan. Untuk teknis penomoran dan labeling akan disiapkan oleh teman2 MHK maupun Komunitas Jao," tambahnya. 

Ia mengungkapkan, alam aksi penanaman 10 ribu pohon ini, komunitas rimpu tentu tidak berjalan sendiri. Mereka menggandeng beberapa organisasi dan paguyuban Bima dan Dompu yang berada di Jakarta seperti Badan Musyawarah Masyarakat Bima (BMMB), Himpunan Anggota Masyarakat Dompu (HAMD) dan FOKKA Indonesia. Dan Tentunya berkerja sama dengan komunitas-komunitas maupun tokoh/personal lokal Bima Dompu, sampai saat ini sudah terdaftar 154 Komunitas yang mendaftar. 

Para komunitas ini, dengan sukarela mendaftar ke panitia untuk ikut serta dalam kegiatan ini setelah melihat iklan dan promosi kegiatan yang kami lakukan melalui media sosial. Dukungan dari masyarakat dan Pemerintah pun turut mengalir kepada kami, dan ini memberikan isyarat bahwa semua element masyarakat Bima Dompu masih peduli akan hutan dan gunung kembali hijau unruk mengurangi bahaya-bahaya yang diakibatkan oleh gundulnya hutan dan pegunungan yang kerap menghantui Bima dan Dompu setiap musim penghujan tiba.

"Untuk Bibit, kami didukung oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi melalui OPD OPD yang ada di Kabupaten dan Kota, juga datang dari hasil pembibitan mandiri yang dilakukan oleh komuitas MHK sebanyak 2.000 bibit. Sumbangan bibit juga datang dari pihak lain seperti IKA SMPP-SMAN 2 Bima dengan 5.000 bibit pohon," paparnya.

Dalam kegiatan ini diharapkan kerjasama dan dukungan penuh para stakeholder, terutama pemerintah daerah beserta OPD-OPD terkait, karena program ini tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan Pemda.

Pantauan wartawan di Bandara Bima, tim komunitas rimpu tiba di Bima sekira pukul 11.40 wita. Selain diterima oleh para komunitas-komunitas, juga terlihat anggota DPRD Kabupaten Bima dari komisi 3. 

Jurnal-01