
Ketua tim pemenangan Syafru-Ady Kecamatan Sape, Ma'ruf.
Kabupaten Bima, Jurnal NTB.- Dukungan untuk pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bima H Syafrudin-Ady Mahyudi (Syafru-Ady) di Kecamatan Sape terus meningkat. Bahkan kini sudahbl unggul di 12 Desa di Kecamatan Sape Kabupaten Bima.
Hal itu diungkap oleh ketua tim pemenangan Syafru-Ady Kecamatan Sape, Ma'ruf kepada wartawan, Selasa (10/11) saat blusukan paslon Syafru-Adi di Kecamatan Sape.
Ma'ruf mengungkapkan, dari kerja tim pemenangan desa dan kecamatan, kini Syafru-Ady unggul dari paslon lain, yaitu unggul di 12 desa.
Syafru-Ady kata dia, unggul di desa-desa yang memiliki DPT terbanyak seperti di Desa Sangia Syafru-Ady akan memperoleh suara sekitar 60-65 persen, Desa Bugis 65 persen, Parangina 55 persen, Rai Oi 55 persen, Naru Barat 60 persen serta di desa-desa lainnya.
"Dari 18 Desa, 12 desa yang diungguli Syafru-Ady sudah kita kunci habis," tegas Ma'ruf.
Kisaran suara masing-masing desa itu, jika diakumulasi atau dikomulatifkan perkiraan suara tingkat kecamatan, diyakini suara Syafru-Ady di Sape hingga hari ini sudah masuk dingka 60 hingga 70 persen.
"Pekerjaan berat yang tengah dan terus diupayakan hingga satu bulan terakhir menjelang hari pemungutan, yakni desa Sari, Poja, Kowo dan Buncu. Desa ini saatnya kami akan kunci juga meskipun tidak menang mutlak seperti desa pemilik suara besar lainnya," tuturnya.
Unggulnya Syafru-Ady di Kecamatan Sape kata Ma'ruf, karena masyarakat Sape tidak mau lagi di PHP oleh petahana. Masyarakat menginginkan ganti Bupati dan menjemput perubahan bersama Syafru-Ady.
"Pada pilkada 2015 petahana unggul di Sape, tapi menganaktirikan Sape," jelasnya.
Hal itu jelas Ma'ruf, dilihat dari pembangunan yang ada di Sape yang tak nampak, termasuk infrastruktur. Belum lagi tidak adanya pemberdayaan terhadap SDM yang ada di Sape.
"Banyak ASN di Sape, tapi tidak pernah diberdayakan," terangnya.
Untuk itu, masyarakat Kecamatan Sape sudah menyatukan komitmen memenangkan Syafru-Ady di Sape.
"Ganti Bupati pilihan tepat untuk perubahan Sape ke depan," pungkasnya.
Jurnal/ADV

Komentar