Ilustrasi foto pacuan kuda Bima. (Foto.ist)
Kabupaten Bima, Jurnal NTB.- Sungguh malang nasib bocah 6 tahun asal Kecamatan Woha Kabupaten Bima ini.
Seorang joki cilik berinisial MA ini merenggang nyawa setelah terjatuh dari punggung kuda yang ditunggangi saat latihan, Minggu (6/3/2022).
Menurut orang tua MA, Abdul Gani, anak laki-lakinya tersebut terjatuh saat "tarene" (Latihan) kuda pacuan di arena pacuan kuda Panda Kabupaten Bima.
"Ia dia jatuh dari punggung kuda saat latihan sekira pukul 08.00 wita," ungkapnya.
Kepada wartawan, Abdul Gani menceritakan kronologisnya. Saat latihan anaknya masuk ke box star pada sesi pertama. Tidak lama dilepas, anak bungsunya tersebut terjatuh ke arah kiri lintasan pacuan kuda.
Gani memastikan, anaknya tidak terinjak kuda lain karena saat itu hanya ada 3 kuda yang berpacu. Selain itu, arah jatuh anaknya ke kiri bukan ke kanan.
"Kalau ke kanan, masuk akal dia terinjak kuda. Tapi ini dia ke kiri," ungkapnya.
Setelah anaknya jatuh jelas Gani, anaknya langsung diangkat dan dipulangkan tanpa ada luka atau pun memar.
"Sempat mau bawa ke rumah sakit tapi tidak jadi," akunya.
Sejak jatuh, selama dua hari Peci dirawat di rumah saja, hingga pada pada Rabu (9/3/2022) lalu, anak yang duduk di bangku kelas 1 SD tersebut meninggal dunia.
Gani mengatakan, selama dirawat anaknya tersebut terlihat baik-baik saja, tetap berbicara. Bahkan terakhir, terus menanyakan kambing kesayangannya ke mana.
"Ada setan yang ganggu anak saya. Saya juga kaget anak meninggal, karena dia terlihat baik-baik saja," pungkasnya.
Jurnal-01

Komentar