
Muhammad Syahwan.
Kota Bima, Jurnal NTB.- Untuk pengelolaan dan perbaikan jaringan air bersih tahun 2024, Pemerintah Kota Bima melalui Dinas PUPR Kota Bima mendapat kucuran dana dari pemerintah pusat.
Untuk pekerjaan tersebut, Dinas PUPR mendapat alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU).
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kota Bima Muhammad Syahwan mengungkapkan, untuk DAK diperoleh dana sebesar Rp 7,5 miliar. Dana ini akan digunakan untuk memperbaiki jaringan air bersih di tujuh kelurahan, masing-masing Kelurahan Kendo, Penanae, Jatiwangi, Ule, Santi, Nitu, dan Kodo.
Kemudian sambungnya, dana DAU sebesar Rp 5 miliar yang peruntukannya dialokasikan untuk penambahan jaringan dan sumber air, dengan fokus utama pada wilayah barat Kota Bima.
"Tak hanya itu, bantuan dari Instruksi Presiden (Inpres) sebesar Rp 4 miliar, akan digunakan untuk penambahan jaringan di Kelurahan Dodu dan Kodo," ungkap Syahwan.
Dengan adanya alokasi anggaran ini diakui Syahwan, maka perbaikan jaringan air bersih akan dikelola langsung oleh UPTD Air Minum Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kota Bima. Diharapkan, program ini dapat mengatasi masalah air bersih di Kota Bima dengan maksimal.
"Dengan adanya bantuan ini, maka perbaikan jaringan air bersih akan dikelola langsung oleh pihak UPTD Air Minum Bidang Cipta Karya Dinas PUPR. Kami optimis bahwa masalah air bersih di Kota Bima bisa diatasi dengan maksimal," ujarnya.
Program ini sambung Syahwan, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Bima dengan menyediakan akses air bersih yang lebih baik dan lebih luas.
Jurnal-01

Komentar