![]() |
| Grand Desain lapangan Serasuba Kota Bima. |
Kota Bima, Jurnal NTB.- Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tengah bersiap melakukan penataan besar-besaran terhadap salah satu ruang terbuka publik ikonik, Lapangan Serasuba. Proyek tersebut telah dianggarkan sebesar Rp4 miliar dan saat ini tengah memasuki tahap presentasi desain final.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kota Bima, Muhammad Syahwan, mengungkapkan bahwa perencanaan proyek penataan telah berjalan sesuai tahapan. Grand desain penataan telah disusun, dan pada hari ini dilakukan presentasi untuk pemantapan sebelum masuk proses tender.
“Kita anggarkan Rp4 miliar untuk penataan Lapangan Serasuba. Grand desainnya sudah ada, dan hari ini dilakukan presentasi desain rencana agar kita bisa segera mulai proses tender,” jelas Syahwan.
Menurutnya, penataan lapangan ini akan mengubah total wajah Serasuba, dengan perubahan besar mencapai 90 persen dari kondisi saat ini. Salah satu bagian utama dari desain adalah pembangunan panggung besar yang akan menghadap ke arah selatan, tepat di sisi depan Museum Asi Mbojo.
“Depan Asi akan kita bangun panggung besar, dan penataan dilakukan menyeluruh. Termasuk area PKL juga akan ditata rapi,” ujarnya.
Ia menegaskan, dalam desain baru tersebut tidak akan ada lagi wahana permainan seperti sebelumnya. Seluruh area akan ditata dengan konsep ruang publik yang lebih tertib, indah, dan fungsional sebagai tempat berkumpul dan kegiatan sosial masyarakat.
“Wajah Serasuba akan benar-benar baru. Tidak ada lagi wahana permainan. Semua akan kita tata seindah mungkin,” tegas Syahwan.
Penataan ini merupakan bagian dari komitmen serius Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin bersama Wakil Wali Kota Feri Sofiyan (Man-Feri) dalam mempercantik ruang publik dan menghadirkan wajah baru Kota Bima yang lebih tertata dan representatif.
“Kami menjalankan arahan dan komitmen dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk menjadikan Serasuba sebagai ikon kota yang membanggakan. Tidak hanya sebagai ruang terbuka, tapi juga sebagai pusat aktivitas masyarakat yang tertib dan nyaman,” tutup Syahwan. (RED).

Komentar