
Wali Kota Bima bersama Baznas saat menyerahkan bantuan.
Kota Bima, Jurnal NTB.- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bima kembali menyalurkan bantuan untuk memperkuat ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan warga kurang mampu.
Rabu, 3 Desember 2025, melakukan penyerahan bantuan pembangunan Rumah Layak Huni (Mahyani) dan Zakat Kelompok Usaha Produktif (Z-KUP) tahun 2025.
Bantuan yang diserahkan di halaman kantor Baznas Kota Bima berupa rombong usaha serta program Rumah Layak Huni (Mahyani) oleh Wali Kota Bima bersama Wakil Ketua 3 Baznas Provinsi NTB.
Ketua Baznas Kota Bima, H. Abdul Latif, menjelaskan bahwa bantuan Mahyani yang disalurkan tahun ini merupakan kolaborasi antara Baznas Kota Bima dan Baznas Provinsi NTB. Sebanyak 20 unit rumah layak huni bersumber dari Baznas Provinsi NTB, sementara 2 unit tambahan berasal dari program zakat bagi hasil Bank NTB Syariah.
“Alhamdulillah, bantuan rumah layak huni ini merupakan upaya bersama untuk memastikan masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak mendapatkan tempat yang lebih manusiawi,” ungkap H. Abdul Latif, Rabu, 3 Desember 2025.
Selain Mahyani, Baznas Kota Bima juga menyerahkan bantuan rombong usaha bagi para pelaku UMKM. Total 38 rombong diberikan dengan rincian 20 unit dari Baznas Provinsi NTB, 8 unit dari zakat bagi hasil Bank NTB Syariah dan 10 unit dari dana zakat Baznas Kota Bima.
Menurut Ketua Baznas, dukungan kepada pelaku UMKM ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan keluarga mustahik dan mendorong kemandirian ekonomi.
“Rombong usaha ini kami berikan agar masyarakat bisa memulai atau mengembangkan usahanya. Semoga bermanfaat dan menjadi wasilah peningkatan ekonomi mereka,” ujarnya.
Baznas Kota Bima menegaskan komitmennya untuk terus memperluas program pemberdayaan berbasis zakat, infak, dan sedekah dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk lembaga keuangan syariah dan Baznas Provinsi NTB.
Sementara itu, Wali Kota Bima H A Rahman menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya program yang dinilai sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah, katanya, telah menuntaskan amanah masyarakat melalui Baznas untuk menghadirkan program nyata yang dapat dirasakan langsung oleh keluarga penerima manfaat.
“Program ini bukan sekadar pembangunan fisik atau pemberian modal. Ini adalah ikhtiar untuk mengangkat martabat keluarga penerima manfaat, memberikan ruang bagi mereka untuk hidup lebih sehat, lebih baik, dan lebih produktif,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rumah layak huni tidak hanya menjadi tempat berteduh, tetapi fondasi untuk membangun masa depan yang lebih baik. Begitu pula bantuan zakat produktif, yang didorong agar mampu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui usaha kecil produktif.
Wali Kota Bima juga memberikan apresiasi kepada Baznas Kota Bima yang dinilai terus bergerak proaktif, transparan, dan tepat sasaran dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah. Program Mahyani dan Z-KUP disebutnya sebagai bukti nyata bahwa kolaborasi pemerintah daerah dan Baznas bukan hanya wacana, melainkan kerja bersama yang memberi dampak langsung bagi masyarakat.
“Pemerintah Kota Bima akan terus memperkuat dukungan dan kolaborasi dengan Baznas. Pemberdayaan umat adalah pondasi penting untuk menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kemandirian ekonomi warga,” tegasnya.
Wali kota berharap bantuan usaha produktif dapat dikelola dengan sungguh-sungguh. Usaha kecil yang tumbuh, katanya, bukan hanya membantu keluarga sendiri, tetapi juga memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga sinergi dan komitmen dalam menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat Kota Bima. (RED).

Komentar