
Kondisi beberapa desa di Kabupaten Bima yang dilanda angin kencang dan longsor.
Kabupaten Bima, Jurnal NTB.- Hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang melanda wilayah Kabupaten Bima dan sekitarnya, Jumat (23/1/2026) dini hari. Cuaca ekstrem yang berlangsung sejak pukul 01.05 Wita hingga sekitar pukul 05.00 Wita itu memicu bencana hidrometeorologi berupa angin kencang dan pergeseran tanah di sejumlah kecamatan.
Berdasarkan update laporan sementara Pusdalops BPBD Kabupaten Bima hingga pukul 23.40 Wita, tercatat sedikitnya 9 kecamatan dan 14 desa terdampak.
"Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bencana tersebut menyebabkan ratusan rumah rusak dan ratusan warga terdampak," ungkap Kabid Darlog BPBD Kabupaten Bima, Nurul Huda.
Huda mengungkapkan, di Kecamatan Wera, Desa Pai, angin kencang merusak satu unit rumah warga pada bagian atap. Satu kepala keluarga terdampak dengan taksiran kerugian mencapai Rp20 juta.
Bencana yang terjadi ini jelas dia, dampak paling luas terjadi di Kecamatan Donggo.
Di Desa Mpili, 16 unit bangunan rusak, terdiri dari 14 rumah warga, satu posyandu, dan satu asrama Pondok Pesantren Al Ikhlas. Sebanyak 14 KK atau 44 jiwa terdampak, bahkan dua KK terpaksa mengungsi ke rumah warga.
Kemudian di Desa O’O, 48 unit bangunan rusak, dengan 47 KK atau 145 jiwa terdampak. Satu unit pesanggrahan juga mengalami kerusakan akibat tertimpa ranting dan batang pohon.
Sedangkan di Desa Kala, 38 unit bangunan rusak, termasuk 36 rumah warga serta dua sarana pendidikan, yakni SDN Mangge Kompo dan SMP 4 Donggo. Sebanyak 114 jiwa terdampak.
Masih di Kecamatan Doggo, Di Desa Doridungga terdapat sembilan bangunan rusak, terdiri dari tujuh rumah warga, satu gedung serbaguna, dan satu SDN. Selain itu, sebuah pohon besar tumbang di depan Ponpes Al Ikhlas dan sempat menghambat arus lalu lintas sebelum dibersihkan oleh BPBD, Koramil, dan warga.
"Di Desa Bumipajo, enam rumah warga rusak dengan 20 jiwa terdampak, sedangkan di Desa Mbawa tercatat 17 rumah rusak dengan 52 jiwa terdampak," beber Huda.
Kemudian di Kecamatan Tambora, Desa Rasabou, satu unit rumah rusak pada bagian atap dan dinding, dengan tiga jiwa terdampak.
Huda juga mengungkapkan bahwa bencana juga terjadi di Desa Kaowa Kecamatan Lambitu, yaitu longsor merusak satu unit rumah batu pada bagian tembok. Satu KK atau empat jiwa terdampak dengan kerugian ditaksir mencapai Rp40 juta.
Sementara itu di Kecamatan Langgudu, Desa Doro O’O, satu unit rumah panggung rusak akibat angin kencang, dengan tiga jiwa terdampak. Di Kecamatan Parado, pergeseran tanah menyebabkan jalan lintas Tente–Parado di Desa Paradowane retak dan terbelah sepanjang sekitar 100 meter, sehingga akses utama terganggu dan sementara hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.
Di Kecamatan Wawo, Desa Kombo, dua rumah warga rusak akibat tertimpa pohon tumbang. Begitu juga di Kecamatan Ambalawi, Desa Tolowata, satu unit rumah rusak dengan tiga jiwa terdampak.
Sementara di Kecamatan Madapangga, Desa Rade, satu unit rumah batu rusak pada bagian atap dan empat jiwa terdampak.
"Secara keseluruhan, kami mencatat dampak angin kencang terhadap 134 KK atau 422 jiwa, serta longsor yang berdampak pada satu KK atau tiga jiwa. Korban jiwa dilaporkan nihil," jelasnya.
BPBD Kabupaten Bima telah melakukan koordinasi dengan camat, aparat TNI-Polri, dan pemerintah desa setempat untuk pengamatan, pendataan, kaji cepat, serta penanganan darurat di wilayah terdampak. Koordinasi juga dilakukan dengan dinas terkait di tingkat kabupaten dan provinsi untuk percepatan penanganan.
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan bencana lanjutan, seperti banjir bandang, angin puting beliung, dan tanah longsor. Warga diminta segera melapor ke BPBD, kantor camat, kantor desa, atau aparat setempat apabila terjadi kejadian darurat. (RED).

Komentar