Cuaca Ekstrem Landa Kabupaten Bima, Satu Mahasiswa Meninggal Tertimpa Pohon

Iklan Atas Halaman 920x250

.

Cuaca Ekstrem Landa Kabupaten Bima, Satu Mahasiswa Meninggal Tertimpa Pohon

Jumat, 23 Januari 2026

Kondisi banjir dan kerusakan akibat angin kencang di Kabupaten Bima.

Bima, Jurnal NTB.-
Bencana hidrometeorologi berupa hujan lebat disertai angin kencang dan banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (22/1/2026). Peristiwa ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia, puluhan rumah terdampak banjir, serta kerusakan infrastruktur dan permukiman warga.


Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Bima hingga pukul 23.00 Wita, cuaca ekstrem terjadi sejak Kamis dini hari hingga malam hari, ditandai hujan sedang hingga lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang.


Peristiwa paling fatal terjadi di Kecamatan Wera, tepatnya di Jalan Lintas Wera–Bima, Desa Nanga Wera, sekitar pukul 19.40 Wita. Sebuah pohon berukuran besar tumbang dan menimpa dua pengendara sepeda motor asal Desa Wora. Akibat kejadian tersebut, satu korban atas nama Riski Aditya (20), seorang mahasiswa, meninggal dunia. Sementara satu korban lainnya, Safa Attullah (20), mengalami luka lecet.


“Korban luka lecet sedang menjalani perawatan medis di Puskesmas Wera,” ungkap 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Nurul Huda


Selain itu sambungnya, pohon tumbang juga terjadi di Desa Mandala dan Desa Nanga Wera pada dini hari yang sempat menghambat arus lalu lintas. Pohon berhasil dievakuasi oleh petugas pemadam kebakaran, Babinsa, dan warga setempat sehingga arus kendaraan kembali normal.


Masih di Kecamatan Wera, angin kencang merusak satu unit rumah panggung di Desa Ranggasolo. Kerusakan terjadi pada bagian atap dan dinding rumah, dengan estimasi kerugian mencapai Rp10 juta.


Di Kecamatan Tambora, banjir melanda Desa Labuan Kananga akibat luapan air dari kawasan pegunungan. Sebanyak 48 unit rumah warga terendam dengan ketinggian air 10–30 sentimeter. Selain rumah warga, satu unit SDN 02 Labuan Kananga dan kantor desa setempat turut terdampak. Banjir telah surut dan warga mulai melakukan pembersihan lumpur tanpa adanya pengungsian.


“Sementara itu, angin kencang juga merusak satu unit rumah permanen di Desa Oi Panihi, Kecamatan Tambora, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp20 juta,” bebernya.


Kemudian Di Kecamatan Palibelo, banjir merendam permukiman warga di Desa Bre pada Kamis malam. Sebanyak 6 unit rumah warga terdampak dengan total 6 KK atau 19 jiwa, akibat drainase yang tidak mampu menampung debit air serta tersumbat sampah.


Nurul Huda mengatakan bahwa pihaknya telah menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan kaji cepat, pendataan, dan penanganan darurat di wilayah terdampak.


“BPBD Kabupaten Bima terus melakukan koordinasi dengan camat, pemerintah desa, TNI-Polri, serta dinas terkait untuk penanganan dampak bencana dan pendataan lanjutan,” ujar Nurul Huda.


Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan bencana susulan seperti banjir bandang, angin puting beliung, dan tanah longsor.


“Kami meminta masyarakat segera melapor ke BPBD, aparat kecamatan, desa, Babinsa, atau Bhabinkamtibmas apabila terjadi kondisi darurat,” pungkasnya. (RED).