Pengunjung Pantai Lawata Meningkat, Disparbud Kota Bima Rencanakan Penyesuaian Tarif Masuk

Iklan Atas Halaman 920x250

.

Pengunjung Pantai Lawata Meningkat, Disparbud Kota Bima Rencanakan Penyesuaian Tarif Masuk

Senin, 12 Januari 2026

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima, Sukarno.

Kota Bima, Jurnal NTB.- J
umlah pengunjung Pantai Lawata terus menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 120.920 wisatawan mengunjungi destinasi unggulan Kota Bima tersebut. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencapai 118.821 pengunjung.


Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima, Sukarno, mengatakan peningkatan jumlah pengunjung tersebut berdampak langsung pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hingga akhir 2025, realisasi PAD dari Pantai Lawata telah mencapai 92 persen dari target Rp732 juta, atau terealisasi sebesar Rp674 juta.


“Capaian ini tentu sangat positif dan menjadi dorongan bagi kami untuk terus melakukan pembenahan,” ujar Sukarno.


Ia menjelaskan, ke depan pemerintah daerah akan menghadapi tantangan yang lebih besar, mengingat target PAD tahun 2026 meningkat signifikan menjadi Rp1,27 miliar. Untuk itu, Dinas Pariwisata berkomitmen melakukan berbagai langkah strategis, terutama dalam peningkatan kualitas pelayanan dan kebersihan kawasan wisata.


Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemkot Bima juga merencanakan penyesuaian tarif tiket masuk Pantai Lawata. Menurut Sukarno, rencana kenaikan tarif ini akan dilakukan setelah melalui kajian yang matang dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.


“Penyesuaian tarif ini bukan semata-mata untuk menaikkan pendapatan, tetapi untuk meningkatkan pelayanan kepada pengunjung serta menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan Pantai Lawata,” jelasnya.


Dengan berbagai pembenahan tersebut, pemerintah berharap Pantai Lawata semakin tertata, nyaman, dan mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus memberikan kontribusi maksimal terhadap PAD Kota Bima.


Selain Pantai Lawata, pembenahan ke arah perbaikan juga akan dilakukan pada Objek Destinasi Tempat Wisata (ODTW) lainnya, seperti Pondok Wisata Kolo. 


“Langkah ini dilakukan untuk memastikan pemerataan kualitas destinasi wisata di Kota Bima,” pungkasnya. (RED).