
Mahfud.
Kota Bima, Jurnal NTB.- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bima menargetkan penghimpunan zakat tahun 2026 sebesar Rp6 miliar. Target tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya seiring dengan upaya optimalisasi pengelolaan zakat di daerah.
Wakil Ketua I Baznas Kota Bima, Mahfud, menjelaskan bahwa target Rp6 miliar tersebut bersumber dari beberapa jenis zakat. Di antaranya, zakat profesi ditargetkan sebesar Rp3,4 miliar, kemudian zakat fitrah yang pada tahun lalu berhasil dihimpun lebih dari Rp2 miliar, ditargetkan meningkat menjadi Rp2,5 miliar pada tahun ini. Sementara sisanya berasal dari zakat mal serta infak dan sedekah.
“Target zakat tahun 2026 kami tetapkan sebesar Rp6 miliar. Ini merupakan target realistis jika seluruh potensi zakat di Kota Bima dapat dikelola secara optimal,” ujar Mahfud.
Ia mengungkapkan, pada tahun 2025 Baznas Kota Bima menargetkan penghimpunan zakat sebesar Rp5,5 miliar. Dari target tersebut, realisasi yang berhasil dicapai bahkan melampaui target, yakni sebesar Rp5.594.243.737.
“Capaian ini menjadi modal penting bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan kepercayaan masyarakat terhadap Baznas,” katanya.
Untuk mencapai target ke depan, Baznas Kota Bima menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya dengan mendorong Pemerintah Kota Bima agar merancang Peraturan Wali Kota (Perwali) terkait optimalisasi pengelolaan zakat.
“Perwali ini sangat penting sebagai payung hukum dalam pengumpulan zakat. Zakat merupakan bagian yang diatur oleh pemerintah, sehingga perlu regulasi yang kuat agar pengelolaannya lebih maksimal dan terkoordinasi,” jelas Mahfud.
Baznas berharap dengan adanya dukungan regulasi tersebut, kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat akan semakin meningkat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh mustahik di Kota Bima. (RED).

Komentar