
Kepala Dinas Pertanian Kota Bima didampingi Kabid Penyuluhan saat bertemu Pimpinan Bulog Cabang Bima.
Kota Bima, Jurnal NTB.- Menjelang panen raya jagung tahun 2026, Dinas Pertanian Kota Bima melakukan koordinasi dengan Perum Bulog Kantor Cabang (Kancab) Bima guna memastikan kesiapan penyerapan hasil panen petani serta stabilitas harga jagung di tingkat lokal.
Koordinasi tersebut berlangsung pada Jumat, 30 Januari 2026, saat Kepala Dinas Pertanian Kota Bima Abdul Najir, S.Pt., MM bersama Kepala Bidang Penyuluhan melakukan kunjungan ke kantor Perum Bulog Kancab Bima. Pertemuan ini menjadi langkah awal antisipasi menghadapi musim panen jagung yang diperkirakan mulai berlangsung pada Maret 2026.
Abdul Najir menjelaskan, luas panen jagung di Kota Bima pada tahun 2025 tercatat mencapai 8.612 hektare dengan total produksi sebesar 62.739 ton. Dengan potensi produksi yang cukup besar tersebut, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan Bulog agar hasil panen petani dapat terserap optimal dan tidak merugikan petani.
“Koordinasi ini penting untuk memastikan kesiapan Bulog dalam menyerap jagung petani, sekaligus menjaga stabilitas harga di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Kancab Bima Alfian Ghazali menyampaikan, jatah serapan jagung Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2026 ditetapkan sebesar 200.000 ton. Dari jumlah tersebut, Perum Bulog Kancab Bima yang membawahi Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, dan Kota Bima mendapatkan alokasi sebesar 56.000 ton.
Ia menegaskan, Bulog Kancab Bima berkomitmen menyerap hasil panen jagung petani lokal sesuai ketentuan yang berlaku, guna memperkuat cadangan pangan serta mendukung terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan yang sejalan dengan Asta Cita Pemerintah.
“Penyerapan jagung akan dilakukan berdasarkan standar harga, kadar air, dan kadar aflatoksin yang telah ditetapkan, dengan melibatkan kerja sama antara Pemerintah Kota Bima dan Kepolisian,” tutupnya. (RED).

Komentar