Lurah Na’e Tancap Gas, Dorong Gerakan Bersih dan Pilah Sampah

Iklan Atas Halaman 920x250

.

Lurah Na’e Tancap Gas, Dorong Gerakan Bersih dan Pilah Sampah

Rabu, 11 Februari 2026

Lurah Nae saat blusukan di lingkungan masyarakat.

Kota Bima, Jurnal NTB.-
Baru sepekan dilantik oleh Wakil Wali Kota Bima, Lurah Na’e Kecamatan Rasanae Barat, Fazhurrahman, langsung bergerak cepat menerjemahkan program unggulan Pemerintah Kota Bima, khususnya Kota Bima Bersih, Indah, Sehat, dan Asri (BISA) di tingkat kelurahan.


Sejak hari pertama menjabat, Fazhurrahman memilih turun langsung ke lingkungan-lingkungan warga melalui kegiatan blusukan. Langkah ini dilakukan untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memotret kondisi riil lingkungan di wilayah Kelurahan Na’e.


“Turun langsung ke lapangan penting agar kebijakan yang kita ambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga. Kita ingin Kelurahan Na’e menjadi contoh lingkungan yang bersih, tertib, dan nyaman,” ujarnya.


Dalam blusukan tersebut, Fazhurrahman juga mensosialisasikan penanganan persampahan kepada masyarakat. Ia mengimbau warga untuk mendukung program Pemerintah Kota Bima dengan mulai memilah sampah dari sumbernya, yakni sampah organik, non-organik, dan sampah plastik.


Menurutnya, perubahan pola pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga. Tanpa keterlibatan aktif masyarakat, program kebersihan yang dicanangkan pemerintah tidak akan berjalan maksimal.


“Persoalan sampah ini tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas kebersihan. Kuncinya ada pada kesadaran warga. Kalau sejak dari rumah sudah dipilah, penanganannya akan jauh lebih mudah,” tegasnya.


Selain pengelolaan sampah, Lurah Na’e juga mendorong gerakan penghijauan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kota Bima yang asri. Ia mengharapkan partisipasi warga, khususnya pasangan calon pengantin yang mengurus administrasi pernikahan di kantor kelurahan, untuk membawa satu bibit pohon sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap lingkungan.


“Kami ingin ada simbol kepedulian lingkungan dari setiap warga. Menanam pohon itu sederhana, tapi dampaknya besar untuk masa depan kota kita,” katanya.


Tak hanya soal kebersihan dan penghijauan, dalam blusukan tersebut Fazhurrahman juga menemukan adanya ketidaksesuaian antara data sosial yang tercatat dengan kondisi faktual masyarakat di lapangan. Temuan ini akan segera ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan dinas terkait.


“Kami menemukan ada data yang perlu diperbarui agar program bantuan dan kebijakan sosial tepat sasaran. Ini akan kami komunikasikan dengan OPD terkait untuk dilakukan perbaikan,” ungkapnya.


Ia menegaskan komitmennya menjadikan Kelurahan Na’e sebagai wilayah percontohan dalam penerapan program Kota Bima BISA. Menurutnya, keberhasilan program pemerintah sangat ditentukan oleh sinergi antara pemerintah kelurahan dan partisipasi aktif masyarakat. (RED).