
Menkes didampingi Gubernur NTB, Wali Kota-Wakil Wali Kota Bima dan Bupati Bima.
Kota Bima, Jurnal NTB.- Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin melakukan kunjungan kerja ke Kota Bima, Jumat (27/2), untuk meninjau langsung progres pembangunan RSUD Kota Bima. Kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan fisik rumah sakit tipe C tersebut sekaligus mengevaluasi implementasi program prioritas nasional KJSU-KIA (Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi, serta Kesehatan Ibu dan Anak).
RSUD Kota Bima telah selesai dibangun secara struktural pada Desember 2025 melalui dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK). Kunjungan ini juga menjadi tindak lanjut dari peletakan batu pertama (groundbreaking) yang sebelumnya dilakukan pada Mei 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bima, H. A. Rahman, SE menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Pusat terhadap pembangunan sektor kesehatan di daerah.
“Merupakan kehormatan dan motivasi besar bagi Pemerintah Kota Bima atas kunjungan langsung Bapak Menteri Kesehatan. Dukungan Dana Alokasi Khusus Bidang Kesehatan menjadi fondasi utama terwujudnya RSUD Kota Bima yang representatif dan modern,” ujarnya.
RSUD Kota Bima dibangun dengan kapasitas 100 tempat tidur menggunakan skema pembiayaan tahun jamak (multi years). Selain DAK, pembangunan juga didukung Dana Alokasi Umum (DAU) Pemerintah Kota Bima sebagai bentuk komitmen daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan.
Gedung utama rumah sakit rampung pada 26 Desember 2025 dan kini memasuki tahap akhir penyelesaian, meliputi pekerjaan finishing serta instalasi mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP). Kontrak pekerjaan dijadwalkan berlangsung hingga Juli 2026, dengan rencana pemindahan peralatan dan persiapan operasional pada Juli–Agustus 2026. Peresmian RSUD direncanakan pada Agustus 2026 setelah pembangunan gedung rawat inap selesai sepenuhnya.
Dalam peninjauan tersebut, Menkes mengapresiasi progres pembangunan yang dinilai berjalan sesuai perencanaan. Ia menegaskan bahwa penguatan layanan rujukan di daerah merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam peningkatan layanan prioritas KJSU-KIA.
Menkes juga menyampaikan optimisme bahwa RSUD Kota Bima berpotensi menjadi pusat layanan kesehatan rujukan regional di wilayah Bima dan sekitarnya. Kementerian Kesehatan, lanjutnya, akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam pemenuhan standar sarana dan prasarana medis, dukungan alat kesehatan, serta ketersediaan tenaga kesehatan spesialis.
Pemerintah Kota Bima berharap kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pembangunan RSUD ini diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi keselamatan dan kualitas hidup warga.
Dengan progres yang berjalan sesuai target, RSUD Kota Bima ditargetkan segera beroperasi optimal dan menjadi tonggak baru pelayanan kesehatan modern, profesional, dan berstandar nasional di Kota Bima. (RED).

Komentar