14 Km Jalan Rusak Akibat Banjir, Gubernur NTB Minta Masyarakat Tahan Diri tak Merusak Alam

Iklan Atas Halaman 920x250

.

14 Km Jalan Rusak Akibat Banjir, Gubernur NTB Minta Masyarakat Tahan Diri tak Merusak Alam

Selasa, 03 Maret 2026

Gubernur NTB saat menyampaikan sambutan pada kegiatan safari ramadhan di Masjid Al Muwahidin Kota Bima.

Kota Bima, Jurnal NTB.-
 Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Iqbal, menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pemerataan pelayanan hingga ke wilayah ujung Pulau Sumbawa saat Safari Ramadan Pemprov NTB di Masjid Agung Al-Muwahiddin, Senin (2/3/2026).


Dalam arahannya, Gubernur yang akrab disapa Mamiq Iqbal itu menyampaikan bahwa kunjungannya bersama Wakil Gubernur dan jajaran Pemprov NTB ke Kota Bima merupakan bagian dari upaya menjangkau seluruh lapisan masyarakat, meski di tengah keterbatasan anggaran daerah.


“Memang kami belum bisa berbuat banyak untuk Kota Bima, Kabupaten Bima dan daerah lainnya di NTB karena keterbatasan anggaran. Tetapi itu tidak mengurangi semangat kami untuk terus memperbaiki berbagai persoalan,” ujarnya.


Ia menekankan, salah satu persoalan mendesak yang menjadi perhatian pemerintah provinsi adalah kerusakan infrastruktur akibat bencana banjir. Berdasarkan data yang dipaparkannya, total ruas jalan provinsi di NTB mencapai 81 ruas dengan panjang 934,55 kilometer yang tersebar di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Dari jumlah tersebut, sekitar 14 kilometer mengalami kerusakan parah akibat banjir.


Gubernur mengingat kembali bencana banjir yang melanda Kabupaten Bima pada 2025, bahkan sebelum dirinya dan Wakil Gubernur dilantik. Sejumlah jembatan dan ruas jalan sempat diperbaiki, namun kembali rusak saat musim hujan berikutnya.


“Hari ini ada puluhan kilometer jalan provinsi yang rusak berat akibat bencana banjir. Ini menjadi perhatian serius kita bersama,” tegasnya.


Selain infrastruktur, Gubernur Iqbal juga menyoroti pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya kondisi hutan yang dinilainya semakin memprihatinkan. Ia mengaitkan pesan Ramadan dengan upaya menjaga keseimbangan alam.


Mengutip ayat tentang kewajiban puasa bagi umat beriman, ia menjelaskan bahwa puasa mengajarkan pengendalian diri di tengah keterbatasan sumber daya yang telah diciptakan Allah SWT.


“Dunia ini diciptakan dengan segala keterbatasannya, terbatas hartanya, hasil buminya, hutannya, airnya. Maka satu-satunya jalan menjaga keseimbangan adalah dengan menahan diri,” pungkasnya. (RED)