
rapat koordinasi pencegahan dan penanggulangan meningkatnya kasus suspek campak.
Kota Bima, Jurnal NTB.- Pemerintah Kota Bima menggelar rapat koordinasi pencegahan dan penanggulangan meningkatnya kasus suspek campak, Rabu (4/3/2026), di Aula Maja Labo Dahu Kantor Wali Kota Bima. Rapat dipimpin Sekretaris Daerah, Muhammad Fakhrunraji, dan diikuti jajaran OPD terkait.
Dalam laporan Sekretaris Dinas Kesehatan, Syarifuddin mengungkapkan bahwa tren kasus campak dalam beberapa waktu terakhir meningkat cukup cepat. Kondisi ini menjadi perhatian serius, terlebih adanya laporan wisatawan asal Australia yang tertular campak saat berkunjung ke Indonesia dan kembali ke negaranya dalam keadaan terinfeksi.
Menurutnya, salah satu faktor utama peningkatan kasus adalah menurunnya cakupan imunisasi pasca pandemi Covid-19. Hingga kini tercatat sebanyak 336 anak terpapar campak, dengan potensi penularan yang masih terbuka karena masih ada anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.
“Campak sangat mudah menular. Gejala awal biasanya demam dan mata merah, namun pada kondisi berat dapat menimbulkan komplikasi hingga infeksi otak. Jika tidak ditangani dengan baik, risiko kecacatan juga bisa terjadi,” jelasnya.
Sekda menegaskan, berdasarkan data tingkat provinsi, kasus campak sudah menjadi perhatian serius. Di wilayah Kabupaten Bima bahkan dilaporkan adanya kasus meninggal dunia akibat penyakit tersebut.
Ia memaparkan, lonjakan kasus terjadi sejak November hingga Januari dan mulai menunjukkan tren penurunan pada akhir Februari. Di Kecamatan Rasanae Timur, khususnya Kelurahan Jatibaru, tercatat 71 orang terpapar, 69 di antaranya telah sembuh dan dua lainnya masih dalam pemantauan. Sementara di wilayah Asakota dan Rasanae Barat, upaya antisipasi terus diperkuat.
Pemkot Bima kini memusatkan pelaksanaan imunisasi massal di Puskesmas Jatibaru dan Puskesmas Paruga dengan total sasaran sekitar 14 ribu anak di 11 kelurahan. Wilayah dengan angka suspek tertinggi menjadi prioritas utama.
“Langkah cepat dan kolaborasi seluruh pihak sangat dibutuhkan untuk menghentikan penyebaran campak di Kota Bima,” tegas Sekda.
Melalui rapat koordinasi tersebut, pemerintah berharap penyebaran campak dapat segera dikendalikan serta cakupan imunisasi kembali meningkat demi melindungi kesehatan anak-anak di Kota Bima. (RED).

Komentar