
Kondisi banjir di Desa Ntonggu Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima.
Kabupaten Bima, Jurnal NTB.- Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat, petir dan angin kencang memicu banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Bima, Kamis malam (12/3/2026). Bencana hidrometeorologi tersebut merendam ratusan rumah warga serta menggenangi akses jalan dan lahan pertanian di beberapa desa.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Nuruh Huda, mengatakan hujan mengguyur wilayah Bima sejak pukul 17.00 Wita hingga sekitar pukul 19.30 Wita. Curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan debit air dari kawasan pegunungan meningkat hingga meluap ke pemukiman warga.
“Akibat hujan sedang hingga lebat yang terjadi di sejumlah wilayah, beberapa desa terdampak banjir karena drainase tidak mampu menampung debit air dari pegunungan,” ujar Huda.
Di Kecamatan Palibelo, banjir terjadi di Desa Nata sekitar pukul 18.40 Wita. Air dari pegunungan yang meluap membuat drainase tidak mampu menahan debit air sehingga menggenangi pemukiman warga dan jalan raya dengan ketinggian sekitar 20 hingga 60 sentimeter.
Dampaknya, sebanyak 140 kepala keluarga atau 495 jiwa terdampak dengan total 140 unit rumah warga terendam banjir. Rumah-rumah tersebut tersebar di enam RT yakni RT 10, RT 12, RT 13, RT 14, RT 16 dan RT 17. Selain itu, lapangan umum desa juga sempat tergenang air.
“Banjir sudah surut dan warga mulai membersihkan lumpur serta sampah yang terbawa arus air,” jelas Nuruh Huda.
Masih di Kecamatan Palibelo, banjir juga terjadi di Desa Ntonggu sekitar pukul 18.30 Wita. Luapan air dari drainase yang tidak mampu menampung debit air menyebabkan jalan di perbatasan Desa Ntonggu dan Desa Teke tergenang air bercampur lumpur sepanjang sekitar 100 meter. Kondisi tersebut sempat memicu kemacetan lalu lintas sebelum akhirnya kembali normal setelah air surut.
Sementara di Kecamatan Wera, banjir terjadi di tiga desa yakni Desa Ntoke, Desa Bala dan Desa Tawali.
Di Desa Ntoke, banjir terjadi sekitar pukul 20.30 Wita. Air yang meluap dari drainase menggenangi jalan dan lahan pertanian dengan ketinggian sekitar 20 hingga 50 sentimeter. Akses jalan desa sempat tertutup lumpur dan batu sepanjang sekitar 150 meter sehingga menghambat kendaraan yang melintas.
Sedangkan di Desa Bala, banjir terjadi sekitar pukul 20.40 Wita dan menggenangi pemukiman warga, lahan pertanian serta jalan lingkungan dengan ketinggian air antara 20 hingga 70 sentimeter. Sebanyak 25 kepala keluarga atau 92 jiwa terdampak dengan total 25 unit rumah terendam banjir. Satu fasilitas ibadah yakni Masjid Al Ikhlas di Dusun Radu juga turut tergenang.
Di Desa Tawali, luapan air sungai dan drainase menyebabkan genangan di ruas jalan lintas Wera–Bima sepanjang sekitar 85 meter. Air bercampur lumpur tersebut sempat menyebabkan kemacetan kendaraan.
BPBD Kabupaten Bima memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kerusakan lahan pertanian dan infrastruktur lainnya masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan.
“Tim BPBD sudah turun melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan, aparat keamanan dan pemerintah desa untuk melakukan kaji cepat serta penanganan darurat di wilayah terdampak,” tambah Nuruh Huda.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, angin puting beliung maupun tanah longsor.
Saat ini kebutuhan mendesak di wilayah terdampak antara lain bantuan tanggap darurat serta dukungan logistik dan peralatan untuk penanganan pascabencana. (RED).

Komentar