
Kondisi banjir di wilayah Kabupaten Bima.
Bima, Jurnal NTB.- Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Bima memicu terjadinya banjir di sejumlah kecamatan. Akibatnya, ratusan rumah warga terendam dan beberapa fasilitas umum ikut terdampak.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Nuruh Huda, mengatakan banjir terjadi setelah hujan mengguyur wilayah Kabupaten Bima pada Sabtu (7/3/2026) sejak pukul 14.00 hingga 17.00 Wita.
“Curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan debit air dari pegunungan meningkat, sementara drainase dan sungai di beberapa wilayah tidak mampu menampung aliran air sehingga meluap ke permukiman warga,” jelasnya.
Berdasarkan data sementara BPBD Kabupaten Bima, banjir terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Tambora, Wera, dan Bolo.
Di Kecamatan Tambora, banjir terjadi di Desa Labuan Kananga dan Desa Kawinda Na’e pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 18.00 Wita akibat luapan air dari pegunungan.
Di Desa Labuan Kananga, banjir dengan ketinggian 10 hingga 30 sentimeter merendam 27 unit rumah milik 27 kepala keluarga atau 93 jiwa. Selain itu, satu unit Kantor Desa dan SDN 2 Labuan Kananga juga ikut terdampak.
Sementara di Desa Kawinda Na’e, banjir setinggi 10 hingga 25 sentimeter merendam 25 unit rumah warga yang dihuni 27 kepala keluarga atau 92 jiwa di RT 10 Dusun So Na’e.
Banjir juga melanda sejumlah desa di Kecamatan Wera pada Jumat malam sekitar pukul 20.20 Wita. Di Desa Nangawera, luapan sungai merendam tiga rumah warga dan satu kedai kopi milik empat kepala keluarga atau 13 jiwa dengan ketinggian air mencapai 20 hingga 50 sentimeter.
Selain itu, jalan lintas Wera–Bima di jembatan penghubung Desa Nangawera dan Desa Wora sempat tergenang lumpur sepanjang sekitar 30 meter sehingga menyebabkan kemacetan kendaraan.
Di Desa Wora, banjir merendam 10 rumah milik 10 kepala keluarga atau 35 jiwa. Sedangkan di Desa Tawali, delapan rumah milik delapan kepala keluarga atau 27 jiwa ikut terdampak. Air juga sempat menggenangi halaman Kantor Camat Wera dan ruas jalan lintas Wera–Bima.
Selain banjir, cuaca ekstrem dan gelombang tinggi juga terjadi di Desa Sangiang, Kecamatan Wera pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 20.40 Wita. Gelombang laut setinggi empat hingga lima meter menyebabkan talud penahan ombak di pesisir pantai rusak parah hingga roboh serta satu unit posko kegiatan warga mengalami kerusakan berat.
Sementara itu, banjir juga melanda Kecamatan Bolo pada Sabtu sore. Di Desa Rato, banjir terjadi sekitar pukul 17.40 Wita di Dusun Saleko dengan ketinggian air 20 hingga 50 sentimeter. Sebanyak 93 rumah milik 93 kepala keluarga atau 341 jiwa terdampak banjir yang tersebar di lima RT.
Sedangkan di Desa Rasabou, banjir terjadi sekitar pukul 18.25 Wita dengan ketinggian air mencapai 20 hingga 60 sentimeter. Sebanyak 361 rumah milik 361 kepala keluarga atau 1.027 jiwa terdampak banjir yang tersebar di empat RT. Selain itu, SDN Inpres Rasabou 2 juga turut tergenang air.
Nuruh Huda menegaskan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat ini sebagian besar air telah surut dan warga mulai melakukan pembersihan lumpur di rumah dan lingkungan sekitar.
“Tim BPBD sudah turun ke lokasi untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa, TNI-Polri serta melakukan kaji cepat dan pendataan dampak bencana,” ujarnya.
Ia menambahkan, BPBD Kabupaten Bima masih melakukan pendataan terhadap kemungkinan kerusakan lahan pertanian dan infrastruktur yang terdampak banjir.
Masyarakat juga diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana seperti banjir bandang, tanah longsor, maupun angin kencang di wilayah Kabupaten Bima. (RED).

Komentar