Dari Konsumtif ke Produktif, Warga Bima Gunakan THR untuk Investasi Emas

Iklan Atas Halaman 920x250

.

Dari Konsumtif ke Produktif, Warga Bima Gunakan THR untuk Investasi Emas

Sabtu, 28 Maret 2026

Suasana pelayanan di Pegadaian.

Bima, Jurnal NTB.-
  Perayaan Idul Fitri tahun ini menjadi momentum penting dalam transformasi gaya hidup finansial masyarakat Indonesia. PT Pegadaian mencatat lonjakan signifikan aktivitas transaksi emas selama periode Ramadan hingga Lebaran 2026.

Alih-alih digunakan untuk konsumsi semata, masyarakat kini semakin cenderung memanfaatkan Tunjangan Hari Raya (THR) sebagai instrumen untuk memperkuat aset masa depan melalui investasi emas.

Berdasarkan data internal Pegadaian, hingga penghujung Maret 2026, total gramasi pembelian Tabungan Emas mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 137,76%, dengan volume mencapai lebih dari 5,5 ton. Capaian ini meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat dalam menjadikan emas sebagai instrumen lindung nilai (safe haven), terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global. Harga emas yang relatif stabil di level tinggi turut mendorong masyarakat untuk mengamankan nilai kekayaan mereka.

“Fenomena tahun ini menunjukkan adanya pergeseran kebiasaan yang positif. Masyarakat tidak lagi sekadar menghabiskan THR untuk kebutuhan musiman, tetapi mulai menambah kepemilikan emas sebagai strategi investasi jangka panjang,” ujar Kepala Divisi Bisnis Bulion Pegadaian, Kadek Eva Suputra, Rabu, 25 Maret 2026. 

Pegadaian menghadirkan beragam produk dan layanan berbasis emas yang semakin diminati masyarakat. Salah satunya adalah Tabungan Emas Pegadaian, yang memungkinkan investasi dengan nominal terjangkau mulai dari Rp10.000. Kemudahan ini diperkuat dengan akses digital melalui aplikasi Tring! by Pegadaian.

“Pergeseran perilaku nasabah yang menginginkan fleksibilitas tinggi juga tercermin dari meningkatnya penggunaan aplikasi Tring!. Melalui platform ini, masyarakat dapat bertransaksi emas kapan saja dan di mana saja, termasuk di tengah kesibukan persiapan mudik dan Lebaran,” tambah Kadek.

Selain pembelian, Pegadaian juga mencatat tingginya pemanfaatan emas sebagai sumber likuiditas melalui produk gadai. Banyak nasabah memilih untuk tidak menjual emas mereka meskipun membutuhkan dana segar untuk keperluan Lebaran.

Sebagai solusi, masyarakat memanfaatkan program Gadai Bebas Bunga yang berlaku hingga akhir April 2026. Program ini memungkinkan nasabah memperoleh pinjaman dengan biaya sewa modal 0%, sehingga kepemilikan aset emas tetap terjaga, sementara kebutuhan likuiditas dapat terpenuhi.

Di sisi lain, tren positif ini juga tercermin di wilayah operasional. Deputy Bisnis Area Dompu/Pulau Sumbawa, Mustofa, menyampaikan bahwa pertumbuhan minat masyarakat terhadap investasi di wilayah Bima terus mengalami peningkatan.

“Kami melihat antusiasme masyarakat Bima terhadap investasi emas semakin tinggi. Hal ini tercermin dari pertumbuhan saldo Tabungan Emas di Pegadaian Cabang Bima yang meningkat hingga 40% dibandingkan tahun lalu. Bahkan, di Pegadaian Unit Ambalawi, pertumbuhan tercatat lebih tinggi, mencapai 60%,” ungkap Mustofa.

Sejumlah faktor turut mendorong peningkatan minat investasi emas pada periode Lebaran tahun ini, antara lain:

Tren harga emas yang tetap kuat
Meningkatnya literasi keuangan masyarakat
Kesadaran menjadikan THR sebagai dana investasi Kemudahan akses melalui layanan digital seperti Tring!

Dengan capaian tersebut, PT Pegadaian optimistis bahwa budaya investasi emas akan terus berkembang dan menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga Indonesia pasca-Lebaran.

Tentang Pegadaian

PT Pegadaian didirikan di Sukabumi, Jawa Barat pada 1 April 1901. Saat ini, Pegadaian telah bertransformasi menjadi lembaga keuangan inklusif yang menyediakan beragam produk dan layanan finansial.

Sejak tahun 2021, Pegadaian tergabung dalam Holding Ultra Mikro (UMi) bersama BRI dan PNM, dengan komitmen mendukung UMKM naik kelas.

Pegadaian juga mengukuhkan posisinya sebagai pelopor Layanan Bank Emas di Indonesia setelah memperoleh izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Desember 2024. Layanan ini mencakup Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, hingga Perdagangan Emas.

Selain itu, Pegadaian menghadirkan berbagai produk investasi emas seperti Tabungan Emas, Cicil Emas, dan Arisan Emas, serta produk pembiayaan lainnya.

Seluruh produk dan layanan Pegadaian dapat diakses melalui outlet, agen, serta aplikasi Tring! by Pegadaian, yang dirancang untuk memberikan kemudahan, kecepatan, dan kenyamanan dalam bertransaksi.

Sebagai lembaga pembiayaan sosial, Pegadaian juga berkomitmen untuk menghadirkan layanan keuangan yang inklusif, mendorong pemberdayaan masyarakat, serta meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan. (RED).