
Kunjungan Gubernur NTB dan Wakil Wali Kota Bima di Koperasi Merah Putih di Kelurahan Melayu.
Kota Bima, Jurnal NTB.- Komitmen penguatan ekonomi kerakyatan kembali ditegaskan dalam kunjungan kerja Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Iqbal, di Kota Bima, Senin (2/3/2026). Dalam agenda tersebut, Gubernur didampingi Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, meninjau langsung sejumlah program pemberdayaan masyarakat yang menjadi prioritas daerah.
Salah satu titik kunjungan yakni Kelurahan Berdaya Ntobo. Di lokasi ini, Gubernur bersama Wakil Wali Kota menyambangi sentra-sentra tenun milik warga. Mereka melihat secara langsung proses produksi kain tenun khas Bima sekaligus berdialog dengan para perajin terkait tantangan pemasaran dan permodalan. Pada kesempatan itu, rombongan juga menyerahkan bantuan parcel bahan pokok secara simbolis kepada pelaku usaha sebagai bentuk perhatian terhadap penguatan ekonomi rumah tangga.
Kemudian Kunjungan dilanjutkan ke Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota. Dalam arahannya, Gubernur menegaskan bahwa program KDKMP merupakan kebijakan strategis nasional yang diinisiasi Presiden RI, Prabowo Subianto, dengan target pembentukan 80 ribu koperasi di desa dan kelurahan seluruh Indonesia.
Menurutnya, koperasi adalah badan usaha berbasis keanggotaan yang bertujuan menciptakan keuntungan bersama. Melalui KDKMP, petani, peternak, dan pelaku UMKM diharapkan memiliki akses pasar yang lebih kuat dan harga jual yang lebih kompetitif.
“Produk hasil tani dan ternak masyarakat nantinya dapat diserap dan dipasarkan melalui gerai koperasi, sehingga mampu bersaing dengan sektor ritel modern,” ungkapnya.
Selain KDKMP, Pemerintah Provinsi NTB juga mengakselerasi Program Desa Berdaya yang difokuskan pada sektor pertanian, peternakan, dan perkebunan. Program tersebut dirancang terintegrasi dengan koperasi, membentuk ekosistem ekonomi lokal yang saling menguatkan dan berkelanjutan.
Dalam skema pengembangannya, sejumlah program pangan dan gizi di tingkat kelurahan diwajibkan bersinergi dengan KDKMP untuk menyerap komoditas lokal seperti beras, sayur-mayur, telur, daging, hingga hasil hortikultura lainnya.
“Pola ini diyakini dapat mempercepat perputaran ekonomi di tingkat bawah dan memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” yakinnya.
Pemerintah Kota Bima menilai kehadiran KDKMP sebagai peluang besar untuk mendorong tumbuhnya usaha produktif warga, termasuk pengembangan hortikultura dan industri rumahan.
“Meski pembangunan gerai koperasi masih dalam tahap persiapan, percepatan terus dilakukan agar operasionalnya segera berjalan optimal,” ungkap Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan.
Melalui KDKMP, diharapkan terbangun sistem distribusi sembako murah, pemasaran produk lokal, hingga penyaluran bantuan sosial seperti BLT dan PKH yang lebih efektif serta tepat sasaran.
“Sinergi antara Pemprov NTB dan Pemkot Bima sebagai kunci mewujudkan masyarakat yang mandiri, produktif, dan sejahtera,” pungkasnya. (RED).

Komentar