Hujan Lebat Dua Jam, Empat Desa di Lambu Dikepung Banjir

Iklan Atas Halaman 920x250

.

Hujan Lebat Dua Jam, Empat Desa di Lambu Dikepung Banjir

Sabtu, 14 Maret 2026

Kondisi banjir di salah satu desa di Kecamatan Lambu. 

Kabupaten Bima, Jurnal NTB.- 
Hujan sedang hingga lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Bima pada Jumat sore (13/3/2026) memicu banjir di sejumlah desa di Kecamatan Lambu. Ratusan rumah warga dilaporkan terendam dengan ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 60 sentimeter.


Berdasarkan laporan awal Pusdalops BPBD Kabupaten Bima, hujan terjadi sekitar pukul 15.10 WITA hingga 17.00 WITA. Intensitas hujan yang cukup tinggi menyebabkan sungai dan drainase di beberapa wilayah tidak mampu menampung debit air yang datang dari daerah pegunungan.


Banjir pertama dilaporkan terjadi di Desa Rato sekitar pukul 18.05 WITA. Luapan air sungai merendam permukiman warga, jalan raya, serta lahan pertanian dengan ketinggian air antara 20 hingga 40 sentimeter. Sebanyak 36 kepala keluarga atau 115 jiwa terdampak, dengan 36 unit rumah terendam. Akses jalan provinsi dan jalan lingkungan sempat terganggu akibat genangan air.


Pada waktu yang hampir bersamaan, banjir juga terjadi di Desa Simpasai. Air yang meluap dari sungai dan drainase menggenangi jalan raya serta sekitar 3 hektare lahan pertanian warga. Hingga saat ini, kondisi lahan dan infrastruktur masih dalam tahap pendataan.


Banjir dengan dampak paling luas terjadi di Desa Sumi sekitar pukul 18.25 WITA. Luapan air dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Rato merendam permukiman warga setinggi 20 hingga 50 sentimeter. Sebanyak 394 kepala keluarga atau 1.214 jiwa terdampak dengan total 394 rumah terendam di tiga RT, yakni RT 11, RT 12, dan RT 13. Genangan air juga sempat mengganggu akses jalan provinsi dan jalan lingkungan.


Sementara itu, banjir juga melanda Desa Soro sekitar pukul 19.20 WITA. Air dengan ketinggian 20 hingga 60 sentimeter merendam 268 rumah warga yang dihuni 268 kepala keluarga atau sekitar 847 jiwa. Rumah-rumah yang terdampak tersebar di empat dusun, yakni Dusun Panta Paju, Dusun Moti, Dusun Oi Ncinggi, dan Dusun Oi Wontu.


Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Nurul Huda, menyampaikan bahwa banjir saat ini sudah mulai berangsur surut di sebagian wilayah. Warga juga mulai melakukan pembersihan lumpur dari rumah dan lingkungan sekitar.


“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini dan tidak ada warga yang mengungsi. Namun, pendataan terhadap kerusakan lahan pertanian dan infrastruktur masih terus dilakukan,” ujarnya.


BPBD Kabupaten Bima bersama aparat kecamatan, TNI-Polri, dan pemerintah desa telah melakukan koordinasi, pemantauan lapangan, serta kaji cepat untuk menentukan langkah penanganan darurat bagi warga terdampak.


BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, angin kencang, hingga tanah longsor. (RED).