
Kondisi jalan di Desa Ntoke yang tertimbun lumpur dan bebatuan.
Kabupaten Bima, Jurnal NTB.- Ruas jalan di Desa Ntoke tertimbun lumpur dan bebatuan sepanjang sekitar 150 meter setelah diterjang banjir pada Kamis malam (12/3/2026) sekitar pukul 20.30 WITA. Material lumpur yang terbawa arus sempat mengganggu arus lalu lintas kendaraan yang melintas di wilayah tersebut.
Banjir terjadi akibat derasnya aliran air dari pegunungan yang tidak mampu ditampung oleh drainase di wilayah Kecamatan Wera. Air kemudian meluap hingga ke badan jalan dan lahan pertanian warga dengan ketinggian sekitar 20 hingga 50 sentimeter.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Nurul Huda, mengatakan banjir dipicu oleh tingginya debit air dari gunung yang tidak mampu ditampung oleh saluran drainase.
“Drainase tidak mampu menampung debit air banjir dari gunung, ditambah banyaknya sampah yang menyumbat saluran sehingga air meluap ke jalan dan lahan pertanian,” jelasnya.
Akibat peristiwa tersebut, badan jalan dipenuhi lumpur bercampur batu yang terbawa arus banjir sehingga sempat menyebabkan kemacetan kendaraan. Saat ini air banjir telah surut dan warga bersama aparat setempat melakukan pembersihan material lumpur serta sampah yang menutupi jalan.
Sementara itu, pihak BPBD masih melakukan pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan, termasuk kemungkinan kerusakan pada lahan pertanian dan infrastruktur umum lainnya di wilayah terdampak. (RED).

Komentar