Kabupaten Bima Banjir Lagi, Dua Kecamatan Terendam

Iklan Atas Halaman 920x250

.

Kabupaten Bima Banjir Lagi, Dua Kecamatan Terendam

Senin, 16 Maret 2026


Bima, Jurnal NTB.-
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang memicu banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Bima pada Minggu (15/3/2026). Dua lokasi yang terdampak yakni Desa Panda di Kecamatan Palibelo dan Desa Nggelu di Kecamatan Lambu.


Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Bima, hujan mulai mengguyur wilayah Bima sekitar pukul 14.00 WITA dan berlangsung hingga pukul 16.00 WITA. Curah hujan tersebut menyebabkan debit air dari pegunungan meningkat dan meluap ke sejumlah area permukiman serta jalan raya.


Di Desa Panda, Kecamatan Palibelo, banjir terjadi sekitar pukul 16.10 WITA. Luapan air dari drainase yang tidak mampu menampung debit air dari arah pegunungan menyebabkan ruas Jalan Sultan Muhammad Salahuddin tergenang air bercampur lumpur sepanjang sekitar 50 meter. 

“Ketinggian air diperkirakan mencapai 20 hingga 40 sentimeter,” ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Nurul Huda.


Kondisi tersebut sambung dia, juga dipicu oleh saluran drainase di depan GOR Panda yang tersumbat sampah sehingga tidak mampu menahan arus air. Genangan sempat mengganggu aktivitas pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.


Sementara itu, banjir juga melanda Desa Nggelu, Kecamatan Lambu sekitar pukul 16.20 WITA. Luapan air dari pegunungan menyebabkan drainase tidak mampu menahan aliran air sehingga meluap ke permukiman warga, jalan raya, serta lahan pertanian.


Akibat kejadian tersebut, sebanyak 10 kepala keluarga atau 37 jiwa terdampak dengan 10 unit rumah terendam banjir. Genangan air setinggi 20 hingga 50 sentimeter merendam halaman rumah warga di RT 06, RT 07, RT 09 dan RT 10.


“Selain permukiman warga, Infrastruktur lain yang terdampak yakni satu unit bendungan kecil (dam) di sungai yang dilaporkan rusak akibat material sampah dan batang kayu yang terbawa arus banjir,” jelasnya. (RED).