
Halal Bihalal dan sosialisasi pilihan jenis haji oleh Kemenhaj Kota Bima.
Kota Bima, Jurnal NTB.- Kementerian Haji dan Umrah Kota Bima melaksanakan kegiatan Halal Bihalal sekaligus sosialisasi pilihan jenis haji yang berlangsung di aula kantor Kemenhaj Kota Bima, Sabtu, 28 Maret 2026.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 28 hingga 29 Maret 2026, dan diikuti oleh jamaah calon haji asal Kota Bima.
Kepala Kemenhaj Kota Bima, H Eka Iskandar Zulkarnain, mengatakan, kegiatan ini, jamaah mendapatkan penjelasan terkait pilihan jenis haji yang dapat dipilih, termasuk perbedaan serta tata cara pelaksanaan masing-masing jenis haji.
“Sosialisasi ini bertujuan agar jamaah memahami dengan baik jenis haji yang akan dijalankan sehingga tidak terjadi kebingungan saat pelaksanaan ibadah di Tanah Suci,” ungkapnya.
Selain sosialisasi, kegiatan juga dirangkaikan dengan Halal Bihalal sebagai ajang silaturahmi antara jajaran Kemenhaj Kota Bima dengan para jamaah calon haji sebelum keberangkatan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jamaah calon haji dapat memahami prosedur dan ketentuan pelaksanaan ibadah haji, serta mempersiapkan diri dengan baik sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Ia menjelaskan, pada keberangkatan bulan Mei mendatang, jamaah calon haji rencananya akan dilepas secara resmi oleh Wali Kota Bima di Masjid M. Nur A. Latif yang berada di kompleks Kantor Wali Kota Bima.
Bus yang disiapkan untuk mengantar jamaah menuju bandara akan standby di sekitar area masjid. Namun, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, sering terjadi keterlambatan karena jamaah berhenti terlalu lama saat keluar dari masjid untuk berjabat tangan dengan keluarga yang mengantar.
Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan proses keberangkatan menuju bandara menjadi lambat dan berisiko membuat jamaah tertinggal pesawat.
“Kalau sampai terlambat tiba di bandara, jamaah bisa ketinggalan pesawat. Kalaupun menyusul menggunakan bus menuju Mataram, hampir dipastikan tidak akan mendapatkan pesawat menuju Madinah,” jelasnya.
Karena itu, ia menegaskan kepada seluruh jamaah agar setelah keluar dari masjid langsung menuju bus tanpa berhenti lama, demi kelancaran dan ketepatan waktu keberangkatan.
Pada kesempatan ini juga, jamaah calon haji juga mendapat sosialisasi kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Bima yang mendampingi jamaah.
Pihak Dinas Kesehatan menekankan jamaah calon haji agar memperhatikan obat-obatan bagi yang memiliki penyakit. Ada pengalaman kita tahun lalu, ada jamaah yang menderita penyakit jantung, tapi ngurus obat saat mau berangkat. Ketika diurus, dokter tidak berada di Kota Bima.
“Ini yang harus diperhatikan oleh jamaah. Segala sesuatu termasuk obat-obatan harus dipersiapkan dari awal,” tegas petugas Dinas Kesehatan. (RED).

Komentar