Wakil Wali Kota Bima Sampaikan LKPJ 2025, Kinerja Pemerintahan Dinilai Stabil dan Terarah

Iklan Atas Halaman 920x250

.

Wakil Wali Kota Bima Sampaikan LKPJ 2025, Kinerja Pemerintahan Dinilai Stabil dan Terarah

Selasa, 31 Maret 2026

Wakil Wali Kota Bima saat sampaikan LKPJ. 

Kota Bima, Jurnal NTB.-
Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD Kota Bima, Selasa, 31 Maret 2026. 


Dalam pidatonya, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa secara keseluruhan LKPJ Tahun 2025 menunjukkan penyelenggaraan pemerintahan berjalan cukup stabil dan terarah. Hal ini didukung oleh capaian kinerja pembangunan, pengelolaan keuangan daerah, serta pelaksanaan program strategis daerah sepanjang tahun anggaran 2025.


Dalam paparannya, Feri Sofiyan menyebutkan arah pembangunan Kota Bima tetap mengacu pada visi “Terwujudnya Kota Bima yang Maju, Bermartabat dan Berkelanjutan”, dengan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, tata kelola pemerintahan, pertumbuhan ekonomi, serta keberlanjutan lingkungan.


Feri mengungkapkan, Pada sektor aparatur, jumlah ASN Pemerintah Kota Bima tercatat sebanyak 8.086 orang, didominasi lulusan sarjana. Meski demikian, tantangan yang dihadapi tidak hanya pada jumlah, tetapi juga profesionalisme, adaptasi teknologi, integritas, dan kualitas pelayanan publik.


Sementara itu, dari sisi keuangan daerah, pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp1,069 triliun dan terealisasi Rp1,066 triliun atau 99,69 persen. Pendapatan transfer masih mendominasi dengan realisasi Rp944,07 miliar. Adapun Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan Rp97,18 miliar dan terealisasi Rp95,84 miliar atau 98,62 persen, yang menunjukkan PAD belum menjadi sumber utama pembiayaan pembangunan.


Kemudian, kinerja belanja, pembiayaan, dan perubahan APBD, belanja daerah ditargetkan sebesar Rp1,093 triliun dengan realisasi Rp1,000 triliun atau 91,47 persen. 


“Secara umum, serapan anggaran dinilai cukup baik dengan belanja operasi sebagai komponen terbesar, sementara belanja modal masih perlu ditingkatkan, terutama dalam aspek perencanaan dan percepatan pelaksanaan kegiatan fisik,” bebernya.


Lebih lanjut memaparkan, capaian indikator sasaran strategis menunjukkan hasil yang beragam. Indeks kerukunan umat beragama melampaui target, kualitas lingkungan hidup meningkat, serta angka kemiskinan mengalami penurunan. Namun, pertumbuhan ekonomi belum mencapai target, dengan realisasi 3,95 persen dari target 5,26 persen.


Dalam analisis penutup, disampaikan bahwa Pemerintah Kota Bima telah memiliki fondasi pembangunan yang cukup kuat dan konsisten antara perencanaan dan pelaksanaan anggaran. Meski demikian, masih terdapat sejumlah catatan penting, di antaranya tingginya ketergantungan pada dana transfer pusat, perlunya peningkatan kualitas belanja pembangunan, serta penguatan kebijakan untuk memanfaatkan bonus demografi dan meningkatkan daya saing ekonomi daerah.


“LKPJ 2025 ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bersama untuk mendorong pembangunan Kota Bima yang lebih efektif, akuntabel, dan berkelanjutan ke depan,” pungkasnya. (RED).