![]() |
| Sukarno. |
Kota Bima, Jurnal NTB.- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bima mengajak seluruh pelaku industri pariwisata, khususnya hotel dan biro perjalanan wisata, untuk berperan aktif dalam menyukseskan Festival Rimpu Mantika Tahun 2026.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bima, Sukarno, mengatakan keterlibatan pelaku wisata sangat penting untuk meningkatkan daya tarik dan kunjungan wisatawan selama festival berlangsung.
“Kami berharap hotel dan agen travel bisa ikut mempromosikan Festival Rimpu Mantika kepada para tamu, baik wisatawan lokal maupun mancanegara,” ujarnya saat diwawancarai, Sabtu (11/4/2026).
Menurutnya, festival yang akan digelar pada 24 hingga 27 April 2026 tersebut merupakan momentum strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya Bima, khususnya tradisi rimpu sebagai identitas lokal.
Selain promosi, pelaku usaha wisata juga didorong untuk mengintegrasikan agenda festival dalam paket perjalanan yang mereka tawarkan kepada wisatawan.
“Kami juga mendorong agar paket wisata yang dijual bisa memasukkan agenda festival, sehingga wisatawan tidak hanya datang, tetapi juga ikut merasakan langsung suasana budaya yang ada,” jelasnya.
Tak hanya itu, Disparbud Kota Bima juga menyiapkan kegiatan city tour sebagai bagian dari rangkaian festival, yang akan digelar pada 27 April 2026 dengan rute ke sejumlah destinasi unggulan di Kota Bima.
“City tour ini menjadi bagian penting untuk memperkenalkan destinasi unggulan seperti Pantai Lawata, Museum Asi Mbojo, Pantai Kolo, hingga sentra kriya di Ntobo,” tambahnya.
Ia menegaskan, pihaknya akan memfasilitasi kesiapan rute dan destinasi, sementara pelaksanaan teknis akan dikoordinasikan oleh biro perjalanan wisata.
Sukarno berharap sinergi antara pemerintah dan pelaku industri pariwisata ini dapat meningkatkan kunjungan wisata sekaligus memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat Kota Bima.
“Kalau kita bergerak bersama, kami optimistis Festival Rimpu Mantika tahun ini bisa lebih ramai dan memberikan manfaat luas bagi daerah,” tutupnya. (RED).

Komentar