
Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima, Sukarno.
Kota Bima, Jurnal NTB.- Festival Rimpu Mantika 2026 hadir dengan wajah baru. Tidak lagi menempatkan pawai sebagai puncak acara, Pemerintah Kota Bima justru mengawali rangkaian festival dengan pawai rimpu, sebuah langkah strategis agar seluruh agenda dapat dinikmati secara utuh oleh tamu undangan, termasuk dari kementerian.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima, Sukarno, mengatakan perubahan pola ini sengaja dilakukan untuk memberikan pengalaman yang lebih lengkap kepada para tamu.
“Selama ini tamu hanya menyaksikan festival di puncak acara. Tahun ini kita ubah, agar mereka bisa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir,” jelasnya.
Rangkaian Festival Rimpu Mantika akan dimulai pada 24 April 2026. Sore harinya, suasana akan dihangatkan dengan berbagai atraksi seni serta penampilan band lokal. Malamnya, seremoni pembukaan digelar meriah, dihadiri pejabat kementerian bersama Wali Kota Bima.
Memasuki hari kedua, 25 April, sejak pukul 07.00 WITA, ribuan peserta pawai rimpu akan bergerak dari Paruga Nae menuju Museum Asi Mbojo. Pawai ini tidak hanya menjadi tontonan budaya, tetapi juga akan ditutup dengan pengundian doorprize yang menambah semarak suasana. Sore harinya, panggung hiburan berlanjut dengan musik akustik, sebelum ditutup fashion show pada malam hari.
Pada 26 April, energi festival tetap terjaga. Kegiatan diawali dengan Fun Run di pagi hari, diikuti atraksi seni budaya pada sore hari. Malamnya, kreativitas peserta kembali ditampilkan melalui lomba fashion show yang dipastikan menarik perhatian pengunjung.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup pada 27 April melalui agenda city tour, yang akan mengajak tamu dan peserta menikmati berbagai destinasi unggulan di Kota Bima.
Tak kalah penting, geliat ekonomi masyarakat juga menjadi bagian dari festival ini. Sepanjang pelaksanaan kegiatan, area Museum Asi Mbojo akan diramaikan bazar ekonomi kreatif, UMKM, dan festival kopi. Sebanyak 75 pelaku UMKM dan 18 pelaku ekonomi kreatif ambil bagian, menghadirkan beragam produk lokal unggulan.
“Harapannya Festival Rimpu Mantika 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta memperkuat citra Kota Bima sebagai daerah yang kaya akan tradisi dan kreativitas,” pungkasnya. (RED).

Komentar