HUT ke-24 Kota Bima, Wali Kota Tegaskan Komitmen Berbenah, Kota Kecil Harus Punya Mimpi dan Kerja Besar

Iklan Atas Halaman 920x250

.

HUT ke-24 Kota Bima, Wali Kota Tegaskan Komitmen Berbenah, Kota Kecil Harus Punya Mimpi dan Kerja Besar

Jumat, 10 April 2026

Tampak Wali Kota Bima saat menjadi inspektur upacara HUT ke-24 Kota Bima.

Kota Bima, Jurnal NTB.-
Pemerintah Kota Bima menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kota Bima, Jumat (10/4/2026), di halaman Kantor Wali Kota Bima. Upacara berlangsung khidmat dan dipimpin langsung oleh Wali Kota Bima, dihadiri Wakil Wali Kota, jajaran pejabat, ASN, serta sejumlah kepala daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).


Momentum tersebut juga dihadiri tokoh senior Kota Bima, HM Qilurais, yang menambah nuansa kebersamaan dan kesinambungan dalam perjalanan pembangunan daerah.


Mengusung tema “Kota Bima Berbenah, Kota Bima BISA”, Wali Kota dalam amanatnya membuka dengan ungkapan syukur dan refleksi perjalanan panjang Kota Bima selama 24 tahun.


“Hari ini kita tidak sekadar memperingati usia, tetapi merenungkan perjalanan, mensyukuri pencapaian, dan meneguhkan harapan masa depan. Kota kecil juga berhak untuk bermimpi besar,” tegasnya.


Ia mengakui, perjalanan Kota Bima tidaklah mudah. Berbagai tantangan telah dilalui, mulai dari keterbatasan fiskal, persoalan pembangunan, bencana, hingga dinamika sosial yang terus menguji ketahanan daerah.


Namun demikian, kerja keras seluruh elemen daerah sepanjang tahun 2025 membuahkan hasil yang membanggakan. Kota Bima berhasil meraih Innovative Government Award (IGA) 2025 dengan predikat Kota Sangat Inovatif, sebagai pengakuan atas keberhasilan menghadirkan inovasi dalam pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan.


Selain itu, Kota Bima juga menerima APBD Award 2025, menempatkan daerah ini sebagai salah satu dari 50 terbaik secara nasional dalam pengelolaan keuangan daerah.


Dalam bidang perlindungan tenaga kerja, Kota Bima meraih Paritrana Award tingkat Provinsi NTB, sebagai bentuk komitmen menghadirkan jaminan sosial bagi pekerja formal maupun informal, termasuk pelaku UMKM dan tenaga rentan.


Sementara dalam aspek transparansi, Pemerintah Kota Bima memperoleh Anugerah Keterbukaan Informasi Publik dengan predikat informatif dan nilai tinggi mencapai 96,92.


“Penghargaan ini bukan milik pemerintah semata, tetapi hasil kerja bersama seluruh masyarakat Kota Bima,” ujar Wali Kota.


Secara khusus, ia juga menyampaikan bahwa penghargaan Baznas Award yang diterimanya merupakan bentuk apresiasi terhadap masyarakat Kota Bima yang terus menjaga semangat zakat, gotong royong, dan kepedulian sosial.


Dalam amanatnya, Wali Kota turut menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak, mulai dari DPRD Kota Bima, unsur TNI-Polri, Kejaksaan, Pengadilan, hingga mitra pembangunan, dunia usaha, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, pemuda, serta insan pers yang dinilai berperan penting dalam menjaga stabilitas dan mendukung pembangunan daerah.


Memasuki satu tahun kepemimpinan bersama Wakil Wali Kota, ia menegaskan fokus utama pemerintah saat ini adalah memperkuat fondasi pelayanan dasar masyarakat, terutama di sektor kesehatan.


Salah satu langkah konkret yang tengah dilakukan adalah pembangunan gedung rawat inap baru RSUD Kota Bima dengan kapasitas sekitar 100 tempat tidur.


“Insyaallah dalam waktu dekat, layanan kesehatan akan dipindahkan dari RSUD lama di Raba ke gedung baru yang lebih representatif, nyaman, dan modern,” jelasnya.


Ke depan, RSUD Kota Bima ditargetkan mampu memberikan layanan kesehatan prioritas nasional, termasuk penanganan penyakit kanker, jantung dan pembuluh darah, stroke, penyakit ginjal, serta kesehatan ibu dan anak.


“Harapan kita sederhana, masyarakat tidak lagi harus meninggalkan keluarga hanya untuk mendapatkan layanan kesehatan. Kita ingin pelayanan terbaik hadir di kota sendiri,” tambahnya.


Meski demikian, Wali Kota tidak menutup mata terhadap berbagai tantangan yang masih dihadapi, seperti keterbatasan anggaran, persoalan infrastruktur, lingkungan, hingga dinamika sosial.


Namun ia optimistis, dengan kekuatan kebersamaan, Kota Bima akan terus bangkit dan berkembang.


Ia menegaskan, tema “Kota Bima Berbenah, Kota Bima BISA” bukan sekadar slogan, melainkan komitmen perubahan nyata.


“Berbenah dalam pelayanan, berbenah dalam tata kota, berbenah dalam mentalitas kerja, dan berbenah dalam cara kita mencintai daerah ini,” tegasnya.


Menutup amanatnya, Wali Kota mengajak seluruh masyarakat menjadikan HUT ke-24 sebagai momentum refleksi dan penguatan optimisme, khususnya bagi generasi muda.


“Meski kita kota kecil, kita harus berani bermimpi besar, bekerja besar, dan memberi manfaat besar bagi Indonesia,” pungkasnya. (RED).