Pawai Rimpu Membludak, Puluhan Ribu Warga Tumpah Ruah di Jalan Soekarno Hatta

Iklan Atas Halaman 920x250

.

Pawai Rimpu Membludak, Puluhan Ribu Warga Tumpah Ruah di Jalan Soekarno Hatta

Sabtu, 25 April 2026

Tampak Wali Kota Bima dan Wakil Wali Kota bersama Wakil Gubernur NTB saat pelepasan peserta pawai rimpu.

Kota Bima, Jurnal NTB.-
Pawai budaya Rimpu kembali menyedot perhatian publik. Sedikitnya 86 ribu peserta dari berbagai kalangan memadati sepanjang Jalan Soekarno Hatta, Sabtu (25/4), dalam gelaran yang telah menjadi ikon budaya masyarakat Bima.


Peserta pawai dilepas dari depan Paruga Nae Convention Hall sejak pukul 08.00 Wita dan berjalan menuju garis finis di Museum Asi Mbojo. Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hari, bahkan warga mulai berkumpul sejak pukul 06.00 Wita.


Ketua panitia, Firdaua, menyampaikan bahwa peserta berasal dari berbagai elemen, mulai dari pelajar hingga masyarakat umum. Jumlah peserta yang mencapai puluhan ribu dinilai menjadi bukti kuat tingginya kecintaan masyarakat terhadap budaya Rimpu.


“Jumlah peserta mencapai lebih dari 86 ribu orang. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap budaya Rimpu sangat tinggi,” ujarnya.


Selain pawai, panitia juga menyiapkan beragam hadiah untuk peserta. Setiap peserta mendapatkan kupon undian dengan total hadiah sebanyak 24 unit, termasuk lima unit sepeda motor sebagai hadiah utama. Ratusan doorprize lainnya turut menambah kemeriahan acara.


Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, mengapresiasi konsistensi pelestarian budaya Rimpu yang terus berkembang. Menurutnya, Rimpu kini telah masuk dalam kalender event nasional dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, termasuk pada sektor ekonomi.


Sebagai bagian dari Dou Mbojo, ia mengaku bangga karena budaya Rimpu semakin dikenal luas hingga ke tingkat nasional bahkan internasional. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan terhadap pengembangan budaya lokal.


“Rimpu bukan hanya identitas budaya, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi dan pariwisata daerah. Saya bangga Pemerintah Kota Bima terus konsisten menyelenggarakan kegiatan ini,” ungkapnya.


Dalam kesempatan tersebut, ia juga secara resmi melepas peserta pawai dan berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang.


Sepanjang rute pawai, suasana tampak semarak dengan warna-warni Tembe Nggoli yang dikenakan peserta. Kaum perempuan tampil anggun dengan rimpu dari kain tenun khas Bima, sementara peserta laki-laki mengenakan sarung di bagian bawah maupun diselempangkan di bahu.


Menariknya, panitia juga menerapkan kebijakan peduli lingkungan. Setiap rombongan diwajibkan membawa kantong plastik untuk memungut sampah selama pawai berlangsung. Sampah yang terkumpul kemudian dibuang di titik pengumpulan yang telah disiapkan di area finis.


Langkah ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program “Kota Bima BISA”, sekaligus mengedukasi masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan di tengah kemeriahan acara budaya. (RED).