
Mori Hanafi saat dikonfirmasi oleh sejumlah wartawan.
Kota Bima, Jurnal NTB.- Anggota DPR RI, Mori Hanafi, meminta Pemerintah Kota Bima segera menuntaskan persoalan lahan proyek Jalan Lingkar Amahami. Hal itu menyusul gagalnya eksekusi pembangunan meski anggaran telah tersedia.
Pernyataan tersebut disampaikan Mori Hanafi usai pertemuan dengan jajaran Pemerintah Kota Bima, Rabu (29/4). Ia mengungkapkan, proyek pembangunan Jalan Lingkar Amahami sejatinya sudah siap dilaksanakan, namun terkendala persoalan status lahan.
Menurutnya, sekitar 10 hari sebelum pelaksanaan, muncul surat review yang menyatakan bahwa lahan proyek bermasalah secara hukum. Kondisi tersebut membuat kegiatan tidak bisa dilanjutkan meskipun anggaran telah dialokasikan.
“Anggarannya sudah ada, tapi menjelang pelaksanaan muncul review bahwa lahannya bermasalah. Ini yang membuat proyek tidak bisa dieksekusi,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah harus lebih cermat dalam memastikan legalitas lahan sebelum mengusulkan program pembangunan ke pemerintah pusat. Pasalnya, persoalan tersebut berdampak langsung pada realisasi anggaran.
“Saya minta teman-teman di Pemerintah Kota Bima hati-hati. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali, karena yang dirugikan adalah daerah sendiri,” tegasnya.
Mori menjelaskan, anggaran pembangunan infrastruktur dari pemerintah pusat bersifat kompetitif dan diperebutkan oleh daerah di seluruh Indonesia. Karena itu, kegagalan eksekusi meski anggaran sudah tersedia menjadi kerugian besar.
“Anggaran ini kita rebutkan se-Indonesia. Ketika sudah ada tapi tidak bisa dijalankan, tentu sangat disayangkan,” katanya.
Ia menambahkan, apabila persoalan administrasi dan legalitas lahan telah diselesaikan, maka proyek Jalan Lingkar Amahami masih dapat diusulkan kembali untuk mendapatkan anggaran pada periode berikutnya.
“Kalau secara administrasi sudah clear, silakan diusulkan kembali. Peluang itu tetap ada,” tambahnya.
Meski demikian, ia mengaku kecewa atas kondisi tersebut, mengingat pembangunan Jalan Lingkar Amahami dinilai strategis dalam mendukung konektivitas dan pengembangan wilayah di Kota Bima. (

Komentar