
Foto bersama pihak BNI dengan jajaran Baznas Kota Bima.
KOTA BIMA, JURNAL NTB.- Komitmen memperkuat pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Kota Bima terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Bima yang menyatakan kesiapannya bersinergi dengan BAZNAS Kota Bima dalam membumikan budaya berzakat di tengah masyarakat, khususnya di lingkungan perbankan dan dunia usaha.
Ketua BAZNAS Kota Bima H. A. Latif, S.Pd.I, melalui Kepala Pelaksana Rangga Iskandar Julkarnain, S.Pd.I., M.Pd, menyampaikan bahwa sinergi dengan lembaga perbankan merupakan langkah strategis untuk memperluas penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah yang nantinya akan dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan.
BAZNAS Kota Bima terus membuka ruang kolaborasi dengan seluruh instansi pemerintah, BUMN, BUMD, perusahaan swasta, hingga komunitas masyarakat agar pengelolaan zakat semakin profesional, transparan, dan berdampak luas.
“BNI merupakan salah satu mitra strategis yang memiliki jaringan luas dan sumber daya yang kuat. Dukungan dari BNI tentu menjadi energi baru bagi BAZNAS untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, zakat bukan hanya ibadah yang berdimensi spiritual, tetapi juga instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi kesenjangan sosial, serta membantu pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan.
Dana ZIS yang dihimpun BAZNAS Kota Bima selama ini telah disalurkan melalui berbagai program, terutama di bidang ekonomi.
“Kami berharap semakin banyak pihak yang bergabung bersama BAZNAS sehingga manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan. Kepercayaan publik menjadi modal utama yang terus kami jaga melalui tata kelola yang akuntabel dan transparan,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Kota Bima, Ustaz Mahfud, S.Pd.I., MM. Inov, menilai sinergi dengan sektor perbankan merupakan langkah nyata dalam membangun ekosistem zakat yang modern dan berkelanjutan.
Menurutnya, potensi zakat di Kota Bima masih sangat besar dan perlu dioptimalkan melalui kerja sama lintas sektor.
“Gerakan membumikan zakat bukan hanya menjadi tugas BAZNAS, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Ketika semakin banyak lembaga yang berpartisipasi, maka semakin besar pula manfaat yang akan diterima oleh para mustahik,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi dengan BNI dapat menjadi contoh bagi lembaga keuangan maupun perusahaan lainnya untuk bersama-sama menguatkan gerakan zakat sebagai instrumen pembangunan sosial dan ekonomi umat.
Di sisi lain, Pimpinan BNI Cabang Bima, Sandra Meilita Kinanggi, menyatakan kesiapan pihaknya mendukung program-program BAZNAS Kota Bima.
Menurut Sandra, BNI tidak hanya berorientasi pada pelayanan perbankan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan program zakat, infak, dan sedekah.
“Kami menyambut baik sinergi ini. BNI siap mendukung upaya BAZNAS Kota Bima dalam membumikan zakat, infak, dan sedekah sebagai bagian dari komitmen kami terhadap pembangunan sosial yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Ia mengatakan, kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat maupun pegawai dalam menyalurkan zakat dan infaknya melalui lembaga yang resmi, terpercaya, dan memiliki sistem pengelolaan yang profesional.
“Semoga kolaborasi ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berzakat melalui BAZNAS sehingga manfaatnya semakin besar bagi warga Kota Bima yang membutuhkan. Kami siap menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini,” tutup Sandra. (RED).

Komentar