
Rapat persiapan Porprov NTB ke-XII panitia KONI Kota Bima.
KOTA BIMA, Jurnal NTB.– Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026 yang tinggal sekitar dua pekan lagi, KONI Kota Bima terus mempertajam berbagai persiapan. Mulai dari kesiapan atlet, distribusi atribut, pemeriksaan kesehatan hingga jadwal keberangkatan kontingen menjadi fokus utama agar seluruh rangkaian berjalan sesuai rencana.
Ketua KONI Kota Bima Alfian Indrawirawan mengungkapkan, pada Porprov tahun ini Kota Bima akan mengikuti 42 cabang olahraga yang akan dipertandingkan di lima daerah, yakni Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Kabupaten Sumbawa Barat.
Khusus di Pulau Sumbawa, hanya Kabupaten Sumbawa Barat yang menjadi tuan rumah dengan mempertandingkan tiga cabang olahraga, yaitu panahan, hapkido, dan kickboxing. Sementara Kota Bima yang sebelumnya juga mengajukan diri sebagai tuan rumah belum mendapat persetujuan dari KONI NTB.
“Yang terpenting saat ini adalah memastikan seluruh atlet dan ofisial siap bertanding serta membawa nama baik Kota Bima,” ujarnya Alfian saat pimpin rapat persiapan Porprov NTB ke-XII, Minggu, 28 Juni 2026.
Total kontingen Kota Bima yang akan diberangkatkan berjumlah 530 orang. Dari jumlah tersebut, 243 atlet dan 75 ofisial dibiayai oleh KONI Kota Bima. Sementara 162 atlet dan 50 ofisial mengikuti skema pembiayaan mandiri sebagai solusi atas keterbatasan anggaran.
Meski demikian, KONI memastikan seluruh atlet dan ofisial tetap memperoleh atribut resmi kontingen tanpa membedakan status pembiayaannya. Atribut yang disiapkan meliputi training, baju, sepatu, dan topi sebagai identitas resmi selama mengikuti Porprov.
“Kami memiliki tanggung jawab moral kepada seluruh atlet. Karena itu, baik yang dibiayai KONI maupun yang mandiri tetap mendapatkan atribut yang sama,” jelasnya.
“Atribut kontingen telah tiba di Kota Bima dan saat ini panitia tengah melakukan penyortiran berdasarkan ukuran sebelum dibagikan kepada atlet dan ofisial dalam beberapa hari ke depan,” ungkapnya.
Selain itu, pemeriksaan kesehatan atlet juga terus dilakukan oleh tim medis. Hingga kini, sekitar 50 persen atlet telah menjalani pemeriksaan sebagai bagian dari tahapan akhir persiapan. KONI menegaskan bahwa kondisi kesehatan menjadi salah satu syarat utama sebelum atlet diberangkatkan ke arena pertandingan.
“Kami berharap seluruh atlet segera mengikuti pemeriksaan kesehatan sesuai jadwal. Ini penting agar seluruh kontingen benar-benar siap saat bertanding,” tegasnya.
KONI Kota Bima juga merencanakan pelepasan resmi kontingen oleh Pemerintah Kota Bima pada 6 Juli 2026 setelah apel pagi di halaman Kantor Wali Kota Bima, dengan harapan seluruh atlet, ofisial, dan panitia dapat hadir untuk memperkuat semangat sebelum bertolak ke arena Porprov XII NTB.
Dengan berbagai persiapan yang terus dimatangkan, Kota Bima optimistis mampu tampil kompetitif di ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut sekaligus membawa pulang prestasi yang membanggakan. (RED).

Komentar