
Kegiatan pelepasan atlet dan ofisial Porprov NTB ke-XII.
Kota Bima, Jurnal NTB.- Sebanyak 530 atlet dan ofisial yang tergabung dalam Kontingen Kota Bima resmi dilepas Wali Kota Bima untuk berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Nusa Tenggara Barat Tahun 2026, di halaman Kantor Wali Kota Bima, Senin (6/7/2026). Dalam kesempatan itu, Wali Kota mengingatkan seluruh atlet agar bertanding dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta tidak pernah menyerah sebelum pertandingan benar-benar selesai.
Ketua KONI Kota Bima yang juga Ketua Umum Kontingen Porprov XII NTB Kota Bima, Alfian Indrawirawan, dalam laporannya menyampaikan bahwa kontingen Kota Bima berkekuatan 530 personel, terdiri atas 405 atlet putra dan putri serta 125 ofisial, yang akan berlaga pada 42 cabang olahraga.
Menurut Alfian, Porprov XII NTB akan berlangsung hingga 25 Juli 2026, dengan beberapa cabang olahraga telah lebih dahulu memulai pertandingan. Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Bima mengalokasikan anggaran sekitar Rp2,5 miliar untuk mendukung keikutsertaan kontingen.
“Walaupun anggaran yang tersedia terbatas, Alhamdulillah jajaran KONI mampu memberikan yang terbaik kepada seluruh atlet. Kami berharap seluruh atlet dapat bertanding maksimal dan mengharumkan nama Kota Bima,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bima menegaskan bahwa setiap atlet memikul tanggung jawab membawa nama baik daerah.
“Di pundak kalian melekat lambang Kota Bima, kota yang kita cintai. Di dada kalian berkibar semangat masyarakat yang menaruh harapan besar kepada kalian,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa medali memang menjadi target, tetapi kejujuran, sportivitas, dan kehormatan harus tetap menjadi prioritas.
“Menang adalah kebanggaan, tetapi bertanding dengan jujur, sportif, dan penuh hormat kepada lawan adalah kemuliaan.”
Wali Kota juga meminta para atlet tidak gentar menghadapi lawan yang lebih berpengalaman maupun daerah yang memiliki fasilitas olahraga lebih baik.
“Jangan pernah takut menghadapi lawan yang lebih berpengalaman. Jangan pernah merasa kecil karena daerah lain memiliki fasilitas yang lebih baik. Yang paling penting, jangan pernah menyerah sebelum pertandingan benar-benar selesai,” tegasnya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada KONI Kota Bima, pelatih, ofisial, tenaga pendukung, dan orang tua atlet atas dedikasi mereka dalam mempersiapkan kontingen.
Di tengah keterbatasan fiskal akibat kebijakan efisiensi anggaran, Wali Kota mengakui belum semua kebutuhan pembinaan olahraga dapat dipenuhi. Meski demikian, pemerintah bersama KONI telah menetapkan target yang realistis sesuai kondisi kontingen dan kemampuan keuangan daerah.
“Target hanyalah angka, sedangkan semangat juang tidak boleh memiliki batas. Jadikan target itu sebagai pijakan untuk melampauinya,” pesannya.
Mengakhiri sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh masyarakat Kota Bima untuk memberikan doa dan dukungan kepada seluruh atlet agar mampu mengharumkan nama daerah pada ajang Porprov XII NTB 2026. (RED).

Komentar