Rombong pembawa obor tiba di Kota Bima, Minggu (12/7/2026) malam dan disambut Ketua KONI Kota Bima Alfian Indrawirawan bersama Sekretaris Daerah Kota Bima.
KOTA BIMA, JURNAL NTB – Kota Bima menjadi titik awal perjalanan Kirab Api Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026. Rombong pembawa obor tiba di Kota Bima, Minggu (12/7/2026) malam dan disambut Ketua KONI Kota Bima Alfian Indrawirawan bersama Sekretaris Daerah Kota Bima.
Dari Kota Bima, kirab api akan diberangkatkan secara resmi dari Kantor Wali Kota Bima pada Senin (13/7/2026), sebelum menempuh perjalanan sejauh 456 kilometer melintasi Pulau Sumbawa hingga Pulau Lombok sebagai simbol semangat persatuan dan sportivitas menjelang pembukaan Porprov XII NTB.
Ketua Rombongan Kirab Api Porprov NTB 2026, Ridwan Syah, mengatakan pelaksanaan kirab tahun ini menghadirkan konsep baru yang belum pernah diterapkan pada penyelenggaraan Porprov sebelumnya. Untuk pertama kalinya, obor Porprov akan dikawal oleh rombongan pesepeda dalam kegiatan bertajuk Bentang Sumbawa–Lombok.
“Kirab api akan berlangsung mulai 13 hingga 16 Juli 2026. Ini menjadi sejarah baru karena obor Porprov dikawal oleh pesepeda yang akan menghubungkan ujung timur hingga ujung barat NTB,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setelah dilepas dari Kota Bima, rombongan akan melintasi 10 kabupaten/kota, yakni Kabupaten Bima, Dompu, Sumbawa, Sumbawa Barat, Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, Kota Mataram, Lombok Utara, dan berakhir di Kantor Gubernur NTB pada 16 Juli 2026, sehari menjelang pembukaan resmi Porprov XII NTB.
Menurut Ridwan, api yang dibawa dalam kirab bukan sekadar obor, tetapi menjadi lambang semangat juang, persatuan, dan kebangkitan olahraga di Nusa Tenggara Barat.
“Api ini berangkat dari ujung timur NTB menuju ujung barat sebagai simbol kebersamaan seluruh masyarakat NTB dalam menyukseskan Porprov,” katanya.
Di setiap daerah yang disinggahi, rombongan akan disambut oleh pemerintah daerah. Di Kabupaten Dompu, misalnya, penyambutan akan dirangkaikan dengan pelepasan kontingen Porprov Kabupaten Dompu sebelum rombongan melanjutkan perjalanan menuju Sumbawa Besar sejauh sekitar 190 kilometer.
Perjalanan kemudian diteruskan menuju Pulau Lombok melalui Pelabuhan Poto Tano dan Pelabuhan Kayangan. Di Pulau Lombok, kirab dijadwalkan singgah di Lombok Timur, Lombok Tengah, Taman Narmada di Lombok Barat, Lombok Utara, hingga akhirnya finis di Kantor Gubernur NTB.
Ridwan juga mengungkapkan, pembawa obor dipercayakan kepada Fadlin, atlet asal Bima yang telah mengharumkan nama Indonesia dengan raihan medali perak Asian Games, medali emas SEA Games, serta empat kali tampil pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).
Ia memastikan seluruh persiapan pelaksanaan kirab telah rampung dan seluruh peserta dalam kondisi siap menjalankan rangkaian perjalanan.
Menurutnya, Porprov XII NTB 2026 dipersiapkan dengan standar penyelenggaraan yang lebih tinggi sebagai bagian dari kesiapan NTB menjadi tuan rumah PON XXI 2028 bersama Nusa Tenggara Timur dan DKI Jakarta.
Sementara itu, Ketua KONI Kota Bima Alfian Indrawirawan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Bima sebagai titik awal Kirab Api Porprov XII NTB 2026.
Menurutnya, kehormatan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi seluruh atlet Kota Bima untuk memberikan penampilan terbaik pada ajang olahraga terbesar di NTB tersebut.
“Kami bangga karena Kota Bima dipercaya menjadi titik awal Kirab Api Porprov. Semoga momentum ini menjadi penyemangat bagi seluruh atlet Kota Bima untuk meraih prestasi terbaik dan mengharumkan nama daerah,” ujarnya.
Alfian juga mengajak seluruh masyarakat ikut menyukseskan Porprov XII NTB 2026 dengan memberikan dukungan kepada para atlet yang akan berlaga.
“Kirab api ini bukan hanya menjadi simbol dimulainya Porprov, tetapi juga momentum memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan semangat olahraga masyarakat Nusa Tenggara Barat,” tutupnya. (RED).

Komentar