
Kunjungan Baznas Kota Bima di kediaman calon penerima bantuan.
Kota Bima, JURNAL NTB – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bima melakukan survei lapangan terhadap calon penerima bantuan rehabilitasi rumah dalam Program Desa Berdaya Baznas Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2026.
Survei tersebut dilaksanakan pada Senin, 13 Juli 2026, di dua wilayah yang menjadi lokasi Program Desa Berdaya di Kota Bima, yakni Kelurahan Ntobo.
Ketua Baznas Kota Bima, H. A. Latif, melalui Kepala Pelaksana, Rangga Iskandar Zulkarnain mengatakan survei dilakukan untuk memastikan kondisi riil rumah warga yang diusulkan sebagai penerima bantuan rehabilitasi, sehingga bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.
“Tim Baznas Kota Bima turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi rumah calon penerima bantuan. Verifikasi ini penting agar data yang diajukan sesuai dengan kondisi sebenarnya. Kami ingin memastikan program ini menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujar H. A. Latif.
Ia menjelaskan, usulan calon penerima bantuan berasal dari pihak kelurahan yang kemudian disampaikan melalui mekanisme yang berlaku kepada Baznas NTB.
Menurutnya, Baznas berkomitmen mendukung peningkatan kualitas hunian masyarakat kurang mampu melalui program rehabilitasi rumah layak huni. Oleh karena itu, setiap tahapan, mulai dari pengusulan, verifikasi administrasi hingga survei lapangan, dilakukan secara cermat dan objektif.
Sementara itu, Ketua Baznas Provinsi NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal Murad, M.A., menyambut baik pelaksanaan survei yang dilakukan Baznas Kota Bima sebagai bagian dari proses penyaluran bantuan.
Ia menegaskan bahwa Program Desa Berdaya merupakan salah satu upaya Baznas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan, termasuk penyediaan rumah yang layak huni bagi keluarga kurang mampu.
“Survei lapangan menjadi tahapan yang sangat penting agar bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran. Kami mengapresiasi Baznas Kota Bima yang telah bergerak cepat melakukan verifikasi terhadap calon penerima. Semoga program ini dapat memberikan manfaat yang besar dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Dr. Lalu Muhamad Iqbal Murad.
Ia juga berharap sinergi antara Baznas, pemerintah daerah, pemerintah kelurahan, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat sehingga program-program pemberdayaan yang dijalankan Baznas dapat dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat.
Hasil survei lapangan tersebut selanjutnya akan menjadi bahan verifikasi dan pertimbangan dalam proses penetapan penerima bantuan rehabilitasi rumah sesuai ketentuan Program Desa Berdaya Baznas Provinsi NTB Tahun 2026. (RED).

Komentar