KONI Kota Bima Luruskan Polemik Kontingen Porprov, Pelatih dan Atlet Ditentukan Cabor

Iklan Atas Halaman 920x250

.

KONI Kota Bima Luruskan Polemik Kontingen Porprov, Pelatih dan Atlet Ditentukan Cabor

Sabtu, 11 Juli 2026

M Irfan. 

KOTA BIMA, Jurnal NTB –
Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bima memberikan penjelasan terkait keluhan salah seorang pelatih tim putra sepak takraw yang beredar di media sosial mengenai keberangkatan kontingen Kota Bima menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026.

Ketua Tim Kontingen Porprov Kota Bima, M. Irfan, menegaskan bahwa penentuan nama atlet, pelatih, maupun ofisial yang diberangkatkan ke Porprov bukan merupakan kewenangan KONI, melainkan berdasarkan usulan resmi dari masing-masing pengurus cabang olahraga (cabor).


“Nama-nama yang berangkat ke Porprov merupakan usulan resmi dari setiap cabang olahraga. KONI tidak menentukan siapa yang menjadi atlet, pelatih, maupun ofisial. Kami hanya memfasilitasi sesuai data yang diajukan oleh pengurus cabor,” ujar Irfan.


Ia menjelaskan, pada pelaksanaan Porprov NTB 2026 terdapat dua skema keberangkatan kontingen. Sebagian atlet dan ofisial diberangkatkan menggunakan pembiayaan dari KONI Kota Bima, sementara sebagian lainnya berangkat secara mandiri.


Menurutnya, atlet maupun ofisial yang berangkat secara mandiri menjadi tanggung jawab pengurus cabang olahraga masing-masing, termasuk pembiayaan selama mengikuti Porprov.


“KONI hanya menanggung peserta yang masuk dalam kuota pembiayaan yang telah disepakati. Sementara peserta yang berangkat mandiri difasilitasi oleh pengurus cabang olahraga masing-masing,” jelasnya.


Irfan mengatakan, kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi anggaran. Berbeda dengan Porprov sebelumnya yang didukung anggaran lebih dari Rp4 miliar, tahun ini alokasi anggaran untuk KONI Kota Bima sebesar Rp2,5 miliar.


Dari total anggaran tersebut, lanjutnya, tidak seluruhnya digunakan untuk kebutuhan kontingen Porprov. Sebagian anggaran juga dialokasikan untuk pengadaan sarana dan prasarana (sarpras) bagi masing-masing cabang olahraga.


Selain itu, jumlah cabang olahraga yang diikuti Kota Bima pada Porprov NTB 2026 juga bertambah. Jika pada Porprov sebelumnya hanya mengikuti 36 cabang olahraga, tahun ini meningkat menjadi 41 cabang olahraga, sehingga kebutuhan pembiayaan juga semakin besar.


Penjelasan tersebut disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat menyusul adanya keluhan yang beredar di media sosial. KONI berharap masyarakat dapat memahami mekanisme penentuan atlet, pelatih, ofisial, serta sistem pembiayaan kontingen sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman.


Di tengah persiapan menghadapi Porprov NTB 2026, KONI Kota Bima juga mengajak seluruh atlet, pelatih, dan pengurus cabang olahraga untuk tetap menjaga kekompakan, memperkuat soliditas, serta fokus memberikan prestasi terbaik demi mengharumkan nama Kota Bima. (RED).