
Mataram, JURNAL NTB.– Kontingen Kota Bima kembali menunjukkan dominasinya pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026. Kali ini, tambahan prestasi datang dari cabang olahraga pencak silat dan panahan yang sukses menyumbangkan empat medali emas untuk Kota Bima.
Di cabang olahraga pencak silat yang dipertandingkan di GOR Porda, Kabupaten Lombok Timur, para pesilat Kota Bima tampil impresif dengan mengoleksi 3 medali emas, 2 medali perak, dan 4 medali perunggu.
Tiga medali emas dipersembahkan Claura Azzaura pada Kelas A Putri, pasangan Setiawan Dipa dan Fitri pada nomor Seni Ganda Putra, serta Setiawan Dipa yang kembali menunjukkan kualitasnya dengan meraih emas pada nomor Seni Solo Kreatif Putra.
Sementara dua medali perak diraih Yuliana pada Kelas C Putri dan M Aidhyl Fhadhillah di nomor Tunggal Putra. Adapun empat medali perunggu disumbangkan dari nomor Kelas D Putra, Kelas C Putra, Kelas A Beregu Putra, dan Kelas E Putri.
Pelatih Pencak Silat Kota Bima, Emilia Kontesa, mengaku bersyukur atas hasil yang diraih anak asuhnya. Menurutnya, seluruh atlet telah menunjukkan semangat juang yang tinggi saat menghadapi lawan-lawan terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di NTB.
“Setiap pertandingan berlangsung sangat sengit. Alhamdulillah, anak-anak mampu menjaga fokus dan tampil sesuai strategi yang telah disiapkan,” ujarnya.
Emilia menjelaskan, capaian tersebut merupakan hasil dari latihan intensif yang dijalani para atlet selama beberapa bulan terakhir, mulai dari peningkatan teknik, fisik, mental bertanding hingga simulasi pertandingan.
Meski telah mengoleksi sembilan medali, peluang Kota Bima untuk menambah raihan masih terbuka. Hingga Senin (20/7), masih tersisa tiga nomor pertandingan yang akan diikuti atlet Kota Bima, yakni Kelas A Putra, Ganda Putri, dan Solo Kreatif Putri.
“Kami belum puas. Masih ada peluang menambah medali. Semoga atlet yang masih bertanding mampu memberikan penampilan terbaik dan kembali mempersembahkan medali untuk Kota Bima,” harapnya.
Sementara itu, dari cabang olahraga panahan yang berlangsung di Lapangan KTC, Kabupaten Sumbawa Barat, Kota Bima berhasil meraih medali emas perdana melalui nomor Mix Team Divisi Nasional 40 Meter.
Pasangan Muhammad Al Fatih Maulana dan Jessica Adelia Kalonice tampil luar biasa dengan menumbangkan tim tuan rumah Kabupaten Sumbawa Barat 1 pada partai final dengan skor meyakinkan 6-2.
Sebelum melangkah ke final, pasangan Kota Bima lebih dahulu menyingkirkan tim Kota Mataram pada babak perempat final, kemudian mengalahkan KSB 2 di semifinal. Konsistensi permainan sejak pagi hingga partai puncak akhirnya mengantarkan Kota Bima naik ke podium tertinggi.
Sebelumnya, pada babak kualifikasi, Kota Bima juga tampil dominan dengan menempati peringkat pertama setelah mengoleksi 1.178 poin. Posisi kedua ditempati Kabupaten Sumbawa Barat dengan 1.165 poin, disusul Kabupaten Sumbawa di peringkat ketiga dengan 1.138 poin.
Cabang panahan masih menyisakan pertandingan nomor individual dan beregu yang akan berlangsung pada Selasa (21/7), sehingga peluang Kota Bima menambah perolehan medali masih terbuka.
Ketua KONI Kota Bima, Alfian Indrawirawan, mengapresiasi perjuangan atlet, pelatih, dan ofisial dari kedua cabang olahraga tersebut yang kembali mempersembahkan prestasi bagi kontingen Kota Bima.
Menurutnya, tambahan medali dari pencak silat dan panahan menjadi bukti bahwa pembinaan atlet yang dilakukan selama ini berjalan di jalur yang tepat dan mampu menghasilkan prestasi di tingkat provinsi.
“Alhamdulillah, tambahan medali dari panahan dan pencak silat menjadi penyemangat bagi seluruh kontingen Kota Bima. Terima kasih kepada seluruh atlet, pelatih, dan ofisial yang telah berjuang maksimal membawa nama baik daerah,” ujarnya.
Alfian optimistis perolehan medali Kota Bima masih akan terus bertambah karena sejumlah cabang olahraga dan nomor pertandingan masih berlangsung.
“Perjuangan belum selesai. Kami berharap seluruh atlet tetap fokus, menjaga semangat bertanding, dan terus memberikan yang terbaik. Insya Allah Kota Bima bisa menambah koleksi medali hingga berakhirnya Porprov XII NTB 2026,” pungkasnya. (RED).

Komentar