
Isdinurrahman.
KOTA BIMA, JURNAL NTB – Pemerintah Kota Bima mulai merealisasikan sejumlah program pembangunan infrastruktur tahun anggaran 2026 melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Pekerjaan yang kini memasuki tahap pelaksanaan difokuskan pada pembangunan drainase serta pemeliharaan jalan guna meningkatkan kualitas infrastruktur dan mengurangi potensi genangan air di sejumlah wilayah.
Kepala Dinas PUPR Kota Bima melalui Kepala Bidang Bina Marga, Isdinurrahman, mengatakan sedikitnya tujuh paket pekerjaan drainase telah mulai dikerjakan di beberapa lokasi yang selama ini menjadi titik rawan genangan saat musim hujan.
Lokasi pekerjaan meliputi kawasan Santi, BTN Pepabri, Kelurahan Rite, ruas Jalan Rontu–Nitu, hingga Jalan Pahlawan Dara. Masing-masing paket memiliki nilai anggaran sekitar Rp200 juta.
“Penanganan ini difokuskan pada saluran drainase yang selama ini tidak lagi mampu menampung debit air ketika hujan deras,” ujar Isdinurrahman, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, pembangunan drainase baru dan rehabilitasi saluran yang telah ada diharapkan dapat mengurangi titik-titik genangan yang selama ini mengganggu aktivitas masyarakat maupun pengguna jalan.
Selain pekerjaan drainase, Bidang Bina Marga juga tengah memproses sejumlah paket pemeliharaan jalan di berbagai wilayah Kota Bima. Saat ini, paket-paket tersebut masih berada pada tahapan tender sebelum memasuki proses pelaksanaan.
Pemeliharaan tersebut meliputi perbaikan jalan berlubang, penambalan, hingga pengaspalan pada sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan.
“Pemeliharaan jalan sangat penting untuk menjaga kondisi dan memperpanjang usia layanan jalan agar tetap aman dan nyaman digunakan masyarakat,” katanya.
Di sisi lain, Dinas PUPR juga melaksanakan pembangunan jalan baru di wilayah Matakando dengan nilai anggaran sekitar Rp300 juta. Proyek tersebut diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas masyarakat sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
“Proyek di Matakando juga sedang berproses. Kami berharap seluruh pekerjaan dapat selesai sesuai jadwal sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Isdinurrahman menegaskan seluruh penyedia jasa yang mengerjakan proyek pemerintah wajib mematuhi seluruh ketentuan teknis yang berlaku. Setiap material harus melalui pengujian laboratorium, sementara setiap tahapan pekerjaan wajib diperiksa sebelum dilanjutkan ke tahap berikutnya.
“Kami berkomitmen menjaga kualitas setiap pekerjaan. Pengujian material dan pemeriksaan setiap item pekerjaan merupakan bagian dari upaya memastikan hasil pembangunan memenuhi standar mutu dan memiliki umur teknis yang baik,” tegasnya.
Melalui pelaksanaan berbagai program infrastruktur tersebut, Pemerintah Kota Bima berharap kualitas pelayanan publik terus meningkat, mulai dari berkurangnya genangan air, kondisi jalan yang lebih baik, hingga meningkatnya konektivitas antarwilayah untuk mendukung aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah. (RED).

Komentar