
Wali Kota Bima H A Rahman.
Kota Bima, Jurnal NTB – Wali Kota Bima H. Arahman akhirnya buka suara terkait isu yang berkembang di media sosial mengenai dugaan adanya anggota keluarganya yang memperoleh jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kota Bima.
Melalui akun Facebook Arahman Abidin miliknya, Sabtu (4/7/2026), Arahman menegaskan kabar tersebut perlu diluruskan agar tidak berkembang menjadi fitnah di tengah masyarakat.
Ia mengaku terdorong memberikan klarifikasi setelah menerima pesan WhatsApp dari seorang rekannya yang menanyakan kebenaran informasi yang sedang viral.
“Pak Wali, apa benar ipar dan istri dikasih jabatan strategis di Pemkot? Itu viral di media sosial,” demikian isi pesan yang diterimanya.
“Karena sudah menjadi bahan pembicaraan publik, saya merasa perlu meluruskan persoalan ini,” tulis Arahman.
Menurutnya, sejak dilantik sebagai Wali Kota Bima pada Februari 2025, dirinya telah disumpah untuk menjalankan pemerintahan sesuai aturan dan menjaga amanah masyarakat.
Meski berasal dari keluarga besar dengan 21 bersaudara dari tiga ibu, Arahman menegaskan hubungan keluarga tidak pernah menjadi dasar dalam mengambil keputusan pemerintahan.
“Di meja kerja saya tidak ada keluarga atau bukan keluarga. Ukurannya hanya satu, benar atau salah. Yang melanggar saya proses, yang berprestasi saya apresiasi, siapa pun orangnya,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa seluruh ASN harus diperlakukan secara profesional berdasarkan kompetensi, integritas, dan kinerja.
“Saya tidak pernah melihat ASN dari bapaknya siapa atau suaminya siapa. Justru kepada keluarga saya yang menjadi ASN, saya minta bekerja dua kali lebih keras agar mampu membuktikan kualitasnya,” ujarnya.
Tak Ada Ipar Menjadi Pejabat
Menanggapi isu yang menyebut iparnya mendapat jabatan strategis, Arahman membantah kabar tersebut.
Ia menjelaskan, dari 10 saudara perempuannya, hanya tiga yang menikah dengan ASN dan seluruhnya telah memasuki masa pensiun.
“Itu berarti tidak ada lagi ipar saya yang ASN, apalagi menjadi pejabat di Pemerintah Kota Bima. Saya sampaikan ini agar tidak menjadi fitnah,” katanya.
Istri Berkarier Jauh Sebelum Arahman Menjadi Wali Kota
Arahman juga menjelaskan rekam jejak karier istrinya, Badrah Ekawati, SE., Str.Keb, yang turut menjadi sorotan publik.
Menurutnya, Badrah telah diangkat sebagai ASN sejak 1993 dan telah mengabdi selama 33 tahun, jauh sebelum dirinya terjun ke dunia politik.
Selama menjadi ASN, Badrah menempuh berbagai jenjang pendidikan di bidang kesehatan, mulai dari SPK, D1, D3, D4 Kebidanan, Profesi Bidan hingga Sarjana Ekonomi.
Kariernya juga dibangun secara bertahap, dimulai sebagai staf selama sekitar 20 tahun, kemudian dipercaya sebagai Kepala Seksi Promosi Kesehatan pada 2013 dan Kepala Bidang Promosi Kesehatan pada Agustus 2016.
“Semua dijalani melalui proses, uji kompetensi, dan penilaian kinerja. Tidak ada jalan pintas,” ujar Arahman.
Ia menilai, pengabdian selama tiga dekade lebih serta perjalanan karier yang dirintis dari bawah tidak semestinya diabaikan hanya karena kini Badrah berstatus sebagai istri Wali Kota.
“Yang menjadi ukuran seorang ASN adalah SKP, hasil kerja, disiplin, dan integritasnya, bukan status perkawinannya dengan saya,” tegasnya.
Semua Tahapan Sesuai Aturan
Arahman memastikan seluruh proses pengisian jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Bima dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.
Ia menyebut setiap pelantikan telah melalui pertimbangan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat), menerapkan sistem merit, serta memperoleh Persetujuan Teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Saya sadar tidak semua orang akan puas. Itu bagian dari demokrasi. Tugas saya menjawabnya dengan kerja, bukan dengan janji,” katanya.
Menutup keterangannya, Arahman mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan kesempatan yang sama kepada putra-putri terbaik Kota Bima tanpa melihat latar belakang keluarganya.
“Jangan tanya dia anak siapa. Tanyakan apa yang bisa dia perbuat untuk Kota Bima. Prinsip hidup saya adalah Maja Labo Dahu, malu berbuat salah dan takut melanggar aturan. Prinsip itu saya tanamkan kepada keluarga saya dan saya tuntut kepada seluruh ASN. Keluarga saya harus menjadi yang pertama memberi contoh,” pungkasnya. (RED).

Komentar