
Prosesi pelantikan oleh Wali Kota Bima.
KOTA BIMA, Jurnal NTB – Wali Kota Bima melantik dan mengambil sumpah jabatan 89 pejabat administrator (Eselon III) dan pejabat pengawas (Eselon IV) di lingkungan Pemerintah Kota Bima. Prosesi pelantikan berlangsung di Aula Maja Labo Dahu Kantor Wali Kota Bima, Rabu (1/7/2026).
Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan, Ketua DPRD Kota Bima, Sekretaris Daerah Kota Bima, Ketua TP PKK Kota Bima, para kepala OPD, serta jajaran pejabat lingkup Pemerintah Kota Bima.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bima menegaskan bahwa rotasi, mutasi, dan promosi jabatan merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi sekaligus penguatan birokrasi agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
Ia mengingatkan seluruh pejabat yang baru dilantik agar menjadikan amanah jabatan sebagai bentuk pengabdian, bukan sekadar kedudukan.
“Jabatan bukan hadiah. Jabatan adalah ujian. Semakin tinggi jabatan, semakin sedikit ruang untuk mengeluh. Semakin besar kewenangan, semakin besar pula pertanggungjawaban, bukan hanya kepada pemerintah dan masyarakat, tetapi yang paling utama di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala,” tegas Wali Kota.
Sebanyak 89 pejabat resmi menempati jabatan baru pada berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Bima.
Adapun pejabat yang dilantik beserta jabatan barunya yakni:
Kepala Bagian Hukum pada Bagian Hukum Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat dijabat Ahsanurrahman. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat pada Bagian Kesejahteraan Rakyat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat dijabat Edy Mukhlisy. Kepala Bagian Organisasi pada Bagian Organisasi Asisten Administrasi Umum dijabat Ilham. Kepala Bagian Pemerintahan pada Bagian Pemerintahan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat dijabat Hidayaturrahman. Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan dijabat Andi Farhan Akbar, sedangkan Kepala Bagian Umum dijabat Mauwalyah.
Selanjutnya, Anhar dilantik sebagai Kepala Bidang Akuntansi pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Ismunandar sebagai Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR, Masita sebagai Kepala Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi Dinas Ketahanan Pangan, Sariman sebagai Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama dan Organisasi Kemasyarakatan pada Bakesbangpol, Herry Rahmad sebagai Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Dinas P3A, Muh Ilham sebagai Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan, Wahyudin sebagai Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP, Sirajuddin sebagai Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Dinas Koperindag, Rusdin sebagai Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Dinas Dikpora, serta Suhadah sebagai Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Berikutnya, Gufran dipercaya menjadi Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin dan Pemberdayaan Kelembagaan Sosial Dinas Sosial, Immavan Muslimin sebagai Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD, Muhammad Ikbal sebagai Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan, Ahmad Gafar sebagai Kepala Bidang Pendataan dan Penetapan Pendapatan Daerah BPKAD, Taufik sebagai Kepala Bidang Pengadaan, Mutasi, Data dan Informasi Kepegawaian BKPSDM, Bukhari sebagai Kepala Bidang Pengembangan SDM dan Penilaian Kinerja BKPSDM, Syarifuddin sebagai Kepala Bidang Pengembangan dan Pemanfaatan Inovasi dan Teknologi BRIDA, Affan sebagai Kepala Bidang Pengolahan, Layanan dan Pelestarian Bahan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, Sri Nurnaniyati sebagai Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian, Jainul Arifin sebagai Kepala Bidang Perhubungan Dinas Perhubungan, serta Iskandar Zulkarnain sebagai Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat, SDM, Sarana dan Prasarana Masyarakat Satpol PP.
Selain itu, Muhamad Iqbal dilantik sebagai Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak Dinas P3A, Jamiad sebagai Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial, Slamet Riadi sebagai Kepala Bidang Pertamanan dan Pemakaman Dinas Lingkungan Hidup, Abdul Haris sebagai Kepala Bidang Pertanahan Dinas PUPR, Imam Ardi Susanto sebagai Kepala Bidang Prasarana dan Keselamatan Dinas Perhubungan, Yuslihardin sebagai Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian, Isdinurrahman sebagai Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD, Imam Baskoro sebagai Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR, Muhammad Amin sebagai Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian, Ihwan sebagai Camat Rasanae Timur, Mahfudz sebagai Lurah Jatibaru, dan Ardian Sang Putra RM sebagai Lurah Melayu.
Pelantikan juga menetapkan Ichwansyah sebagai Sekretaris BKPSDM, Badrah Ekawati sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan, Ririn Swandhayani sebagai Sekretaris Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan, Anik Kartika sebagai Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Agus Salim sebagai Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Nurhaidah sebagai Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Suparjon sebagai Sekretaris Dinas Perhubungan, Muhammad Humaidin sebagai Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, Fitriani sebagai Sekretaris Dinas Tenaga Kerja, Syahrimudin sebagai Sekretaris Kecamatan Asakota, Nasrul Jadid sebagai Sekretaris Kecamatan Rasanae Timur, Muhamad Yamin sebagai Sekretaris Kelurahan Nae, M. Fathurrahman sebagai Sekretaris Kelurahan Nitu, Muhidin sebagai Sekretaris Kelurahan Penanae, Miftahudin sebagai Sekretaris Kelurahan Penatoi, Lutfin sebagai Sekretaris Kelurahan Rite, dan Khairunnas sebagai Sekretaris Kelurahan Rontu.
Sementara pejabat pengawas lainnya mengisi berbagai jabatan kepala seksi, kepala subbagian, kepala UPT, dan jabatan fungsional yang diberi tugas tambahan pada perangkat daerah, kecamatan, dan kelurahan, di antaranya Asarin, Nahrio, Safrainsyah, Siti Nurati, Sri Wahyuni, Khairurijal, Sitti Hasnawiah, Asrul, Windyasari, Febriansyah, Abdurrahman, Nahyar Munkar, Muhammad, Endang Setiawati, Karya Wanto Gama Putra, Fathurrahman, Tasrif, Maskur, Susanti, Faradina Ayu Kartika, Sodikin, Moch. Faried, Ainun Mardhiyah, Fatimah, Rommy Fauzi, Pujiwati Preambuliningsih, Iwan Wirawan, Linda Liana, Ristam, Arif Rahmatullah, Abdul Haris, dan Sri Suarningsih.
Dalam arahannya, Wali Kota Bima mengingatkan seluruh pejabat yang baru dilantik agar memaknai jabatan sebagai amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, bukan sebagai bentuk penghargaan ataupun fasilitas semata.
“Saya ingin mengingatkan bahwa jabatan bukanlah hadiah, melainkan sebuah ujian. Semakin tinggi jabatan yang diemban, semakin kecil ruang untuk mengeluh. Sebaliknya, semakin besar kewenangan yang diberikan, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipikul,” tegasnya.
Wali Kota menekankan bahwa setiap amanah yang diberikan akan dimintai pertanggungjawaban, tidak hanya kepada pemerintah dan masyarakat, tetapi juga di hadapan Allah SWT.
“Pertanggungjawaban itu bukan hanya kepada pemerintah dan masyarakat, tetapi yang paling utama adalah pertanggungjawaban di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena itu, laksanakan amanah ini dengan penuh integritas, kejujuran, dedikasi, dan rasa tanggung jawab demi kemajuan Kota Bima serta pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pesannya. (RED).

Komentar