Dari Bima ke Panggung Nasional, Firdaus Apresiasi Mahasiswa STIE Bima Ukir Prestasi di PIMNAS

Iklan Atas Halaman 920x250

.

Dari Bima ke Panggung Nasional, Firdaus Apresiasi Mahasiswa STIE Bima Ukir Prestasi di PIMNAS

Kamis, 27 Agustus 2026


Kota Bima, JURNAL NTB.-
 Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bima, Firdaus, menegaskan bahwa capaian mahasiswa menjadi salah satu kebanggaan besar institusi, terutama keberhasilan mahasiswa STIE Bima yang mampu menembus ajang ilmiah tingkat nasional.


Hal itu disampaikan Firdaus saat menyampaikan laporan dalam kegiatan Wisuda Sarjana Mahasiswa STIE Bima Angkatan XXIII Tahun Akademik 2025/2026, di Auditorium Kampus STIE Bima, Kamis, 27 Agustus 2026.


Dalam laporannya, Firdaus menyebut STIE Bima secara konsisten berpartisipasi dalam berbagai program strategis Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Mahasiswa STIE Bima, kata dia, telah terlibat dalam Program Kampus Mengajar, Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), hingga Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).


“Mahasiswa kita mendapatkan pendanaan pembinaan kewirausahaan melalui Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha atau P2MW secara berturut-turut pada periode 2022 hingga 2026,” ungkapnya.


Selain itu, mahasiswa STIE Bima juga aktif mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa sejak 2022 hingga 2026. Program tersebut dinilai turut mendorong tumbuhnya budaya inovasi dan penalaran kritis di kalangan mahasiswa.


Namun, capaian yang paling membanggakan adalah keberhasilan tim mahasiswa STIE Bima lolos ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) tahun 2025.


Menurut Firdaus, PIMNAS merupakan ajang ilmiah tertinggi tingkat nasional bagi mahasiswa. Berdasarkan laporan capaian STIE Bima, pada tahun 2025 kampus tersebut menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Nusa Tenggara Barat yang berhasil melaju ke PIMNAS.


“Ini bukan prestasi biasa. Ini adalah pesan kepada Indonesia bahwa dari Bima, kita bisa berbicara di tingkat nasional,” tegas Firdaus.


Ia pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para mahasiswa, dosen pembimbing serta seluruh pihak yang telah berkontribusi mengantarkan capaian tersebut.

Selain prestasi mahasiswa, Firdaus juga memaparkan perkembangan kapasitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan STIE Bima.


Pada tahun 2025, indeks pendanaan penelitian mengalami kenaikan sebesar 113,80 persen dibandingkan tahun pembanding. Dalam kurun tiga tahun terakhir, STIE Bima memperoleh pendanaan penelitian sebesar Rp1,04 miliar.


Sementara untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat, STIE Bima memperoleh pendanaan sebesar Rp302,3 juta.


Firdaus juga mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2026 terdapat 165 publikasi tugas akhir mahasiswa yang diterbitkan pada jurnal nasional terakreditasi SINTA 3 dan SINTA 4.


Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa penelitian di lingkungan perguruan tinggi tidak boleh hanya berakhir sebagai dokumen akademik yang tersimpan di perpustakaan.


“Penelitian harus berbicara dengan persoalan masyarakat. Penelitian harus memberikan solusi. Pengabdian harus memberikan manfaat. Dan ilmu pengetahuan harus menjadi kekuatan untuk membangun daerah,” katanya.


Dalam kesempatan itu, Firdaus juga memberikan penghormatan khusus kepada para orang tua dan keluarga wisudawan yang hadir.

Ia menyebut keberhasilan para mahasiswa menyelesaikan pendidikan tinggi tidak terlepas dari perjuangan, doa dan pengorbanan orang tua.


“Hari ini sesungguhnya adalah hari Bapak dan Ibu juga. Karena kami tahu, tidak ada satu pun anak yang sampai ke panggung wisuda tanpa doa orang tua,” ujarnya.


Firdaus menggambarkan bahwa di balik toga seorang anak terdapat keringat seorang ayah, doa seorang ibu serta perjuangan keluarga yang mungkin harus berhemat dan menahan berbagai kesulitan demi pendidikan putra-putrinya.


Karena itu, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada STIE Bima dan mendukung hingga berhasil menyelesaikan studi.


“Momen kelulusan tidak sekadar dimaknai sebagai keberhasilan membawa pulang ijazah, melainkan sebagai awal untuk berkarya dan memberikan kontribusi,” pungkasnya. (RED).