Diduga Dipicu Asmara, Seorang Sopir Tewas Dibacok di Langgudu

Iklan Atas Halaman 920x250

.

Diduga Dipicu Asmara, Seorang Sopir Tewas Dibacok di Langgudu

Minggu, 16 Agustus 2026

Polisi saat melakukan olah TKP. 

BIMA, JURNAL NTB
 – Peristiwa berdarah terjadi di Desa Rupe, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Minggu (16/8/2026) dini hari. Seorang pria berinisial HK alias Erik (24), warga Desa Waworada, tewas setelah diduga menjadi korban pembacokan.


Korban yang bekerja sebagai sopir itu tewas di pekarangan rumah Salahudin, Dusun Oi Fonu, Desa Rupe, sekitar pukul 01.30 WITA.


Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Langgudu IPDA Suhaely menjelaskan, polisi menerima informasi dari masyarakat terkait dugaan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.


Menindaklanjuti informasi tersebut, Kapolsek Langgudu bersama personel langsung mendatangi lokasi kejadian untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus melakukan langkah awal penanganan.


Kasat Reskrim Polres Bima Kota bersama tim kemudian melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap kronologi serta identitas terduga pelaku.


Berdasarkan keterangan awal saksi, korban HK alias Erik sebelumnya berangkat dari Desa Waworada menuju Desa Rupe dengan berboncengan bersama Refan, warga Desa Waworada. Keduanya disebut hendak mengantar seorang perempuan.


Sesampainya di Desa Rupe, korban diduga sempat berada dan duduk bersama Fira Rahayu Ningsi di rumah Nur. Setelah itu, korban bermaksud kembali menuju Desa Waworada.


Namun, saat korban keluar dari pekarangan atau pagar rumah warga, tiba-tiba datang HA (30), warga Desa Rupe yang juga bekerja sebagai sopir.


“HA diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap korban menggunakan senjata tajam. Korban kemudian berusaha melarikan diri untuk menyelamatkan diri,” ungkapnya.


Namun, akibat mengalami luka serius, korban akhirnya terjatuh di pekarangan rumah Salahudin, Dusun Oi Fonu. Korban kemudian meninggal dunia di lokasi kejadian.


“Dari hasil interogasi awal terhadap sejumlah saksi, petugas memperoleh informasi bahwa HA diduga sebagai pelaku pembacokan terhadap korban,” jelasnya. 


Personel Polsek Langgudu kemudian melakukan pencarian terhadap keberadaan HA. Dalam proses tersebut, polisi mengedepankan pendekatan persuasif dengan melibatkan pihak keluarga guna mencegah situasi berkembang menjadi konflik.


“Upaya tersebut membuahkan hasil. HA berhasil diamankan di ujung Desa Rupe, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima,” katanya.


Untuk mengantisipasi aksi massa maupun benturan antara kelompok masyarakat Desa Waworada dengan pihak terduga pelaku, petugas kemudian mengevakuasi HA menuju Mako Polres Bima Kota melalui jalur Sape.


Saat ini, HA telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mendalami perkara tersebut, termasuk motif dan rangkaian kejadian secara menyeluruh.


Berdasarkan informasi awal dari pemeriksaan saksi-saksi, peristiwa tersebut diduga dilatarbelakangi persoalan asmara. Namun, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan motif sebenarnya.


Kapolsek Langgudu mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.


“Penanganan perkara sepenuhnya diserahkan kepada pihak kepolisian sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” demikian imbauan kepolisian. (RED).