Dinas Pertanian Kota Bima Serahkan Beragam Bantuan untuk Perkuat Sektor Pertanian

Iklan Atas Halaman 920x250

.

Dinas Pertanian Kota Bima Serahkan Beragam Bantuan untuk Perkuat Sektor Pertanian

Selasa, 11 Agustus 2026

Kepala Dinas Pertanian saat menyampaikan laporan.

KOTA BIMA, JURNAL NTB.- 
Dinas Pertanian Kota Bima menyerahkan beragam bantuan sarana dan prasarana produksi pertanian kepada kelompok tani sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.


Kepala Dinas Pertanian Kota Bima, Abdul Najir, mengatakan bantuan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian dan intervensi Pemerintah Kota Bima terhadap sektor pertanian.


Menurutnya, pembangunan pertanian tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan dan semangat petani. Para petani juga membutuhkan dukungan sarana, inovasi serta pendampingan agar mampu menjalankan aktivitas usaha pertanian dengan baik.


“Bantuan ini kami harapkan dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin dan menjadi stimulus dalam meningkatkan kemandirian kelompok menuju pertanian Kota Bima yang lebih maju dan berdaya saing,” ujar Abdul Najir.


Ia menjelaskan, sektor pertanian memiliki fungsi strategis bagi kehidupan masyarakat Kota Bima. Karena itu, pembangunan pertanian diarahkan pada beberapa subsektor, di antaranya tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan.


Pada subsektor tanaman pangan, pemerintah fokus meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas strategis seperti padi, jagung dan kedelai.


Produksi padi Kota Bima pada 2025 tercatat mencapai 20.748 ton gabah kering giling, meningkat 2,08 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara produksi jagung mencapai 62.739 ton, meningkat 7,08 persen.


Untuk subsektor hortikultura, produksi cabai pada 2025 mencapai 59,76 ton, meningkat 3,57 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan produksi tomat mencapai 13,44 ton, atau meningkat hingga 460 persen.


Pada sektor perkebunan, pemerintah terus mendorong pemanfaatan potensi lahan masyarakat untuk pengembangan tanaman tembakau dan jambu mete.


Produksi tembakau pada 2025 mencapai 154,54 ton, meningkat 120,76 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara produksi jambu mete mencapai 148 ton, masih sama dengan capaian tahun sebelumnya.


Sementara itu, pada subsektor peternakan, Pemerintah Kota Bima memberikan perhatian terhadap pengembangan ternak besar, ternak kecil maupun unggas.


Produksi daging pada 2025 mencapai 2.368 ton, meningkat 94,86 persen. Sedangkan produksi telur mencapai 2.392 ton, meningkat 163,34 persen dibandingkan tahun sebelumnya.


Abdul Najir menyebutkan, bantuan yang diserahkan kepada kelompok tani mencakup berbagai sarana produksi pertanian, peternakan, perkebunan serta dukungan pengembangan komoditas.


Berdasarkan data Dinas Pertanian Kota Bima, bantuan tersebut terdiri dari traktor roda empat sebanyak 1 unit, combine harvester 1 unit, traktor roda dua 3 unit, handsprayer 20 unit, pompa air 5 unit dan cultivator 6 unit.


Selain itu terdapat bantuan rice transplanter, embung 5 unit, pemeliharaan jaringan irigasi tersier (PITER) 20 unit, serta irigasi perpompaan (IRPOM) sebanyak 24 unit.


Untuk subsektor peternakan, bantuan yang diberikan berupa mesin pencacah pakan, bibit kambing, sapi Bali melalui APBD II, sapi Bali melalui APBD Provinsi, serta DOC ayam KUB dan pakan melalui APBD II.


Dinas Pertanian juga memberikan bantuan benih jagung sebanyak 52 ton untuk 260 kelompok tani, bantuan bibit Sacha Inchi, pressbox, mesin perajang, paket benih tembakau dan paket pembibitan tembakau.


Beragam bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memberikan kemudahan bagi petani dalam mengembangkan usaha pertanian.


Selain peningkatan produksi, Abdul Najir mengungkapkan Dinas Pertanian Kota Bima juga berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).


Hingga Agustus 2026, dari target PAD yang ditetapkan sebesar Rp215 juta, realisasi telah mencapai 93,46 persen.


“Harapan kami bantuan ini betul-betul dimanfaatkan dengan baik oleh kelompok penerima. Jangan hanya menjadi bantuan, tetapi harus memberikan dampak terhadap peningkatan produksi dan kesejahteraan petani,” pungkasnya. (RED).