
Tabligh Akbar, Zikir dan Doa Bersama Jemaah Haji Kota Bima Tahun 2026.
Kota Bima, JURNAL NTB.- Upaya membina jemaah haji di Kota Bima tidak berhenti setelah mereka menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dan kembali ke tanah air. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Bima terus melakukan pembinaan terhadap alumni haji melalui Majelis Haji sebagai wadah silaturahmi sekaligus menjaga nilai-nilai kemabruran haji.
Inovasi pembinaan alumni haji tersebut telah dilakukan secara bertahap sejak terbentuknya Majelis Haji bagi alumni tahun 2024, 2025, hingga 2026.
Kepala Tata Usaha (KTU) Kemenhaj Kota Bima, H. Amrin Anshari, mengatakan pembinaan tersebut menjadi bagian dari perhatian Kemenhaj Kota Bima agar nilai-nilai yang diperoleh jemaah selama menjalankan ibadah haji tetap terjaga setelah kembali ke tengah masyarakat.
Menurutnya, predikat sebagai haji tidak hanya ditandai dengan selesainya rangkaian ibadah di Tanah Suci. Lebih dari itu, kemabruran diharapkan tercermin dalam sikap, perilaku dan kepedulian sosial para alumni haji dalam kehidupan sehari-hari.
“Jadi bukan saja calon jemaah haji yang akan berangkat yang menjadi perhatian kami. Para alumni haji yang sudah melaksanakan haji juga tidak luput dari perhatian untuk tetap dibina dan tetap menjalin silaturahmi,” ujar Amrin.
Melalui Majelis Haji, para alumni dari berbagai tahun pelaksanaan haji secara bergantian melaksanakan kegiatan silaturahmi. Pertemuan digelar di Kantor Kemenhaj Kota Bima maupun di tempat lain yang disepakati bersama, dengan agenda yang diupayakan berlangsung secara rutin setiap bulan.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ruang berkumpul dan mempererat persaudaraan, tetapi juga diisi dengan kegiatan keagamaan untuk terus mengingatkan dan menjaga nilai-nilai kemabruran haji.
“Salah satunya melalui kegiatan Tabligh Akbar, Zikir dan Doa Bersama Jemaah Haji Kota Bima Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi momentum bagi para alumni dan jemaah haji untuk kembali memperkuat hubungan dengan Allah SWT sekaligus mempererat hubungan antarsesama,” bebernya.
Amrin menegaskan, pembinaan alumni haji diharapkan mampu melahirkan manfaat yang lebih luas bagi kehidupan sosial kemasyarakatan di Kota Bima.
“Harapannya, nilai kemabruran itu dapat terus terjaga dan mewarnai setiap keseharian jemaah haji yang menjadi alumni. Mereka juga diharapkan tetap dapat menebar kemanfaatan bagi sosial kemasyarakatan di Kota Bima,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Kemenhaj Kota Bima, H. Eka Iskandar Zulkarnain, menyampaikan pentingnya memahami makna keberhasilan haji secara lebih luas melalui konsep Tri Sukses Haji yang dicanangkan Badan Penyelenggara Haji (BP Haji).
Tri Sukses Haji mencakup Sukses Ritual, Sukses Ekosistem Ekonomi, serta Sukses Peradaban dan Keadaban.
Sukses ritual menekankan agar jemaah mampu melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji secara sah, sehat, aman, tertib dan khusyuk.
Sementara Sukses Ekosistem Ekonomi diarahkan pada optimalisasi potensi ekonomi dari perputaran dana haji dan umrah agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk melalui pemberdayaan UMKM halal, industri logistik dan layanan keuangan syariah.
Adapun Sukses Peradaban dan Keadaban menekankan pembentukan karakter jemaah agar menjadi pribadi yang berakhlak mulia, disiplin, santun, memiliki kepedulian sosial serta mampu menjaga semangat persatuan dan kebaikan setelah kembali ke tanah air.
H. Eka Iskandar Zulkarnain juga menyinggung pengelolaan pembayaran dam melalui Baznas dan Lazismu yang diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Selain membantu memenuhi kebutuhan jemaah, skema tersebut diarahkan untuk memberdayakan peternak kambing serta membantu keluarga yang membutuhkan, termasuk dalam persoalan kemiskinan dan stunting.
“Pada 2026, tercatat 143 jemaah yang melakukan pembayaran dam di Bima. Hewan dam tersebut kemudian dikembalikan ke daerah asal jemaah agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat setempat,” jelasnya.
Kegiatan Tabligh Akbar, Zikir dan Doa Bersama Jemaah Haji Kota Bima 2026 turut dihadiri KTU Kemenhaj Kota Bima H. Amrin Anshari, Tim Relawan Haji, jemaah haji tahun 2025 dan 2026, serta calon jemaah haji tahun 2027.
Melalui Majelis Haji, Kemenhaj Kota Bima berharap pembinaan jemaah dapat berlangsung secara berkelanjutan. Haji tidak hanya menjadi perjalanan spiritual yang selesai setelah kepulangan dari Tanah Suci, tetapi menjadi awal dari kehidupan yang lebih baik dan memberi manfaat bagi masyarakat. (RED).

Komentar