LLDIKTI VIII Bekali Wisudawan UM Bima dengan Lima Pesan untuk Masa Depan

Iklan Atas Halaman 920x250

.

LLDIKTI VIII Bekali Wisudawan UM Bima dengan Lima Pesan untuk Masa Depan

Sabtu, 29 Agustus 2026

 

Kepala LLDikti Wilayah VIII I Gusti Lanang Bagus Eratodi.

Kota Bima, Jurnal NTB.–
Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VIII menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan Universitas Muhammadiyah (UM) Bima, terutama dalam peningkatan kualitas dan karier akademik para dosen.


Hal itu disampaikan Kepala LLDikti Wilayah VIII I Gusti Lanang Bagus Eratodi, dalam acara Wisuda UM Bima yang diikuti ratusan wisudawan dan wisudawati, Sabtu (29/8/2026).


Ia mengatakan, LLDIKTI Wilayah VIII selama ini terus mendampingi UM Bima dalam pengembangan karier dosen. Mulai dari peningkatan kualifikasi doktor hingga jabatan akademik asisten profesor terus mengalami perkembangan.


"Karier demi karier dosen kami dampingi. Doktor, asisten profesor terus bertambah. Dan mungkin minggu ini teman-teman dosen masih deg-degan menunggu hasil penilaian jabatan fungsional associate professor," ujarnya.


Menurutnya, perkembangan tersebut menjadi bukti bahwa dosen-dosen UM Bima memiliki integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas akademik, sekaligus memberikan bekal ilmu bagi mahasiswa.


Ia juga mengingatkan para wisudawan bahwa wisuda dan ijazah bukanlah jaminan seseorang akan langsung meraih kesuksesan. Pendidikan yang telah ditempuh merupakan bekal untuk menapaki masa depan.


"Ijazah bukan jaminan untuk masa depan, tetapi gerbang besar untuk meraih cita-cita dan harapan," katanya.


Ia mengibaratkan ijazah seperti Surat Izin Mengemudi (SIM) bagi seorang pengemudi. SIM menjadi legalitas, tetapi kemampuan, kecakapan dan kebijaksanaan dalam mengemudi tetap menjadi modal utama untuk mencapai tujuan.


Demikian pula dengan lulusan perguruan tinggi. Gelar dan ijazah merupakan legalitas akademik, sedangkan kemampuan, karakter, integritas dan kecakapan menjadi modal penting untuk menghadapi dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.


Dalam kesempatan tersebut, LLDIKTI VIII menitipkan sejumlah pesan kepada para lulusan UM Bima agar dapat menjadi bekal ketika terjun langsung ke masyarakat.


Pesan pertama adalah menjaga integritas. Menurutnya, integritas merupakan harga mutlak yang harus dimiliki lulusan, terlebih mereka membawa nama besar Muhammadiyah.


"Jaga integritas. Teknologi digitalisasi di era industri 4.0 bisa membuat segalanya mudah dan cepat. Tapi tanpa integritas, produk teknologi itu bisa sia-sia dan justru memberikan dampak negatif bagi masyarakat," tegasnya.


Pesan kedua, jangan pernah berhenti belajar. Para lulusan didorong untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun terus mengembangkan kompetensi sesuai bidang masing-masing.


Ia bahkan mendorong lulusan yang ingin melanjutkan studi agar memanfaatkan berbagai peluang beasiswa, termasuk dukungan dari pemerintah daerah dan program beasiswa yang tersedia.


Bagi lulusan yang memilih jalur kewirausahaan, ia meminta agar tidak hanya berpikir tentang mencari pekerjaan, tetapi berani menciptakan lapangan usaha dan memberikan dampak bagi masyarakat.


"Jangan pernah berpikir saya besok akan bekerja di mana. Tetapi berpikirlah saya akan membuka usaha dan memberikan dampak untuk masyarakat," pesannya.


Pesan ketiga adalah memperkuat jejaring. Menurutnya, relasi dan kemitraan menjadi bagian penting dalam perjalanan lulusan meraih cita-cita.


Kehadiran berbagai mitra UM Bima dalam kegiatan wisuda, katanya, menunjukkan pentingnya membangun jejaring antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.


"Kita tidak akan pernah bisa sendiri untuk meraih cita-cita dan harapan," ujarnya.


Pesan keempat, para lulusan diminta tidak takut dan ragu untuk maju. Keberanian mengambil peluang harus dibarengi dengan integritas, kompetensi dan jejaring yang kuat.


Ia menilai, jejaring yang telah dibangun selama menempuh pendidikan, termasuk dukungan orang tua, dosen dan lingkungan kampus, menjadi modal penting bagi lulusan untuk menghadapi tantangan setelah wisuda.


Sementara pesan kelima adalah memberikan dampak nyata bagi masyarakat.


Ia berharap lulusan UM Bima tidak hanya mengejar keberhasilan pribadi, tetapi mampu menghadirkan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.


"Integritas jelas, jejaring pasti jelas, semangat untuk maju. Terus berlanjut integritas kencang, dan pada akhirnya harapan dengan konsep diri, cetak berdampak. Berikanlah dampak-dampak yang luar biasa untuk masyarakat kita," pungkasnya. (RED).