
KOTA BIMA, JURNAL NTB.- Pemerintah Kota Bima menyerahkan sejumlah bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta sarana produksi pertanian kepada kelompok tani sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Kota Bima, bantuan tersebut terdiri dari traktor roda empat sebanyak 1 unit, combine harvester 1 unit, traktor roda dua 3 unit, handsprayer 20 unit, pompa air 5 unit dan cultivator 6 unit.
Selain itu terdapat bantuan rice transplanter, embung 5 unit, pemeliharaan jaringan irigasi tersier (PITER) 20 unit, serta irigasi perpompaan (IRPOM) sebanyak 24 unit.
Untuk subsektor peternakan, bantuan yang diberikan berupa mesin pencacah pakan, bibit kambing, sapi Bali melalui APBD II, sapi Bali melalui APBD Provinsi, serta DOC ayam KUB dan pakan melalui APBD II.
Dinas Pertanian juga memberikan bantuan benih jagung sebanyak 52 ton untuk 260 kelompok tani, bantuan bibit Sacha Inchi, pressbox, mesin perajang, paket benih tembakau dan paket pembibitan tembakau.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin dalam kegiatan yang berlangsung di Kota Bima, Selasa (11/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Rahman menegaskan bantuan yang diberikan pemerintah merupakan bentuk perhatian terhadap para petani yang selama ini menjadi salah satu kekuatan dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
“Bapak dan Ibu menerima bantuan ini adalah bentuk perhatian pemerintah terhadap keluarga besar para petani. Pemerintah terus berkomitmen mendukung para petani dalam rangka meningkatkan produktivitas,” ujar Rahman.
Ia meminta seluruh kelompok penerima agar memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal. Menurutnya, alsintan dan sarana produksi yang diberikan bersumber dari uang rakyat sehingga harus digunakan untuk kepentingan peningkatan produksi dan kesejahteraan petani.
“Bantuan ini berasal dari uang rakyat. Manfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Rahman berharap bantuan tersebut tidak hanya membantu mengurangi beban petani dalam proses produksi, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hasil pertanian dan pada akhirnya berdampak terhadap peningkatan pendapatan.
“Saya berharap dari bantuan ini produksi dan kualitas hasil pertanian bisa meningkat. Yang paling penting, pendapatan petani semakin meningkat,” katanya.
Di hadapan para petani, Rahman juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian dan peternakan.
Ia mengakui, kondisi fiskal daerah saat ini menghadapi tantangan akibat adanya kebijakan efisiensi anggaran. Jika sebelumnya anggaran Kota Bima berada di kisaran Rp1 triliun, tahun ini turun menjadi sekitar Rp700 miliar.
Meski demikian, Rahman menegaskan sektor pertanian dan peternakan tetap harus mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan dan penghidupan masyarakat.
“Kalau tahun depan uang kita cukup, saya minta perhatian program bantuan-bantuan untuk peternak dan petani ini lebih besar,” ujarnya.
Rahman berharap tahun depan kondisi anggaran daerah dapat kembali membaik, bahkan mencapai Rp900 miliar hingga Rp1 triliun.
Dengan kondisi anggaran yang lebih kuat, pemerintah akan memiliki ruang yang lebih besar untuk memberikan bantuan kepada petani, peternak dan masyarakat, termasuk membuka peluang usaha bagi generasi muda.
Ia menyebut bantuan ke depan tidak hanya berupa alsintan, tetapi juga dapat diberikan dalam bentuk bibit tanaman, bibit kambing, bibit ayam maupun sarana produksi lainnya.
“Saya ingin anak-anak muda diperhatikan, diberikan bantuan dan didampingi sehingga bisa ada peningkatan produksi. Dengan itu mereka punya penghasilan dan terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Wali Kota juga memberikan apresiasi kepada Dinas Pertanian Kota Bima yang dinilai telah bekerja keras dalam mendampingi para petani.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang turut berkontribusi dalam mendampingi petani dan mendukung penguatan sektor pertanian di Kota Bima.
“Apresiasi saya sampaikan kepada Dinas Pertanian yang sudah bekerja keras. Terima kasih juga kepada semua pihak yang telah mendampingi para petani yang berjuang tidak mengenal lelah dalam menjaga ketahanan pangan kota ini,” ujarnya.
Adapun bantuan yang diserahkan kepada kelompok tani antara lain traktor roda empat, hand tractor dan berbagai sarana produksi pertanian lainnya dengan nilai bantuan yang mencapai ratusan juta rupiah.
Rahman berharap seluruh bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan sesuai peruntukan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi kelompok penerima.
“Tujuan bantuan ini tentu untuk membantu mengurangi beban Bapak dan Ibu, meningkatkan produksi dan kualitas hasil pertanian, serta meningkatkan pendapatan petani,” pungkasnya. (RED).

Komentar