
Kepala DPPKB Kota Bima saat menyampaikan sambutan.
KOTA BIMA, Jurnal NTB.— Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bima, Ichwanul Muslimin, memberikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan lomba karaoke yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Pelanggan Nasional ke-33 dan HUT RI ke-81 tahun 2026.
Apresiasi tersebut disampaikan Ichwanul saat menghadiri acara penutupan rangkaian kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan.
Ichwanul mengaku tidak menyangka kegiatan yang digelar secara sederhana tersebut mampu menghadirkan suguhan yang begitu meriah dan memberikan kesan mendalam bagi dirinya.
“Saya tidak menyangka, suguhan mulai dari awal sampai pada malam hari ini sangat membahagiakan saya. Ini pengalaman yang tidak mungkin saya lupa,” ujarnya.
Menurutnya, pelaksanaan lomba karaoke tersebut memberikan pelajaran berharga bahwa sebuah kegiatan tidak selalu membutuhkan anggaran besar untuk dapat menghadirkan karya yang menarik dan spektakuler.
Ia menilai, semangat gotong royong, kebersamaan dan kekompakan seluruh panitia menjadi kekuatan utama sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
“Saya diajarkan oleh panitia dengan semangat yang ada bahwa gotong royong jadi kunci. Tidak mesti anggaran yang besar bisa menyuguhkan karya spektakuler. Dengan ukuran saya, ini luar biasa,” katanya.
Ichwanul juga menyampaikan terima kasih kepada ketua panitia beserta seluruh jajaran yang telah bekerja keras menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan. Baginya, pengalaman tersebut menjadi energi positif sekaligus pembelajaran berharga dalam membangun sebuah kegiatan bersama.
Di hadapan para peserta dan panitia, Ichwanul turut menyampaikan permohonan maaf apabila dalam kepemimpinannya maupun dukungan terhadap kegiatan masih terdapat kekurangan.
“Saya sadar dalam kepemimpinan saya mungkin masih ditemukan hal-hal yang ganjal. Dalam kesempatan ini saya mohon maaf. Kepada panitia mungkin kontribusi secara pribadi ataupun secara organisasi dirasa masih kurang, itu pun saya mohon maaf,” tuturnya.
Ia mengaku, meski dalam kondisi kurang fit dalam beberapa hari terakhir, semangat kebersamaan yang telah terbangun membuat dirinya tetap berusaha hadir dan memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.
Menurut Ichwanul, semangat yang ditunjukkan panitia merupakan sesuatu yang harus terus dijaga. Terlebih, organisasi dibangun dari sebuah keinginan besar untuk melakukan perubahan menuju hal-hal yang lebih baik.
“Organisasi ini dibentuk dari sebuah keinginan besar untuk merubah. Saya ingin merubah dari apa yang sudah dilakukan yang mungkin terasa masih kurang, ingin menuju kepada hal-hal yang baik,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang pembelajaran tentang bagaimana sebuah acara dapat diselenggarakan dengan semangat kebersamaan. Jika dinilai dari sisi ekonomi, kata dia, kegiatan seperti itu tentu membutuhkan anggaran yang besar.
Namun, kekompakan dan gotong royong mampu menghadirkan hasil yang menurutnya jauh lebih bernilai.
“Kalau dinilai secara ekonomi angkanya harus tinggi. Tapi dengan semangat yang dibarengi dengan kebersamaan, rasanya kalau saya nilai, angka ini luar biasa,” pungkas Ichwanul.
Ia berharap semangat kebersamaan yang telah terbangun melalui kegiatan tersebut dapat terus dipertahankan dan menjadi modal penting dalam melaksanakan berbagai kegiatan maupun program ke depan. (RED).

Komentar