Sukses Laksanakan Festival Rimpu, Firdaus Dapat Penghargaan dari Wali Kota Bima

Iklan Atas Halaman 920x250

.

Sukses Laksanakan Festival Rimpu, Firdaus Dapat Penghargaan dari Wali Kota Bima

Senin, 17 Agustus 2026

Firdaus saat menerima piagam penghargaan dari Wali Kota Bima.

KOTA BIMA, JURNAL NTB
 – Ketua Panitia Festival Rimpu Mantika 2026, Firdaus, S.T., M.M.Inov, menerima piagam penghargaan dari Wali Kota Bima atas dedikasi dan upaya dalam menyukseskan pelaksanaan Festival Rimpu Mantika 2026.


Piagam penghargaan tersebut diberikan Pemerintah Kota Bima sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Firdaus sebagai Ketua Panitia Festival Rimpu Mantika 2026. Penghargaan tersebut diserahkan pada Senin, 17 Agustus 2026.


Dalam piagam tersebut disebutkan bahwa penghargaan diberikan atas dedikasi dan effort pada event Festival Rimpu Mantika 2026 yang masuk dalam Kalender Khusus Event Nusantara 2026 Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.


Firdaus mengatakan, pelaksanaan Festival Rimpu Mantika tidak semata-mata diarahkan pada kegiatan ekonomi atau bisnis, tetapi memiliki tujuan yang lebih besar, yakni melestarikan budaya lokal Bima, khususnya tradisi Rimpu.


“Semata-mata untuk melestarikan budaya Danambojo. Budaya Rimpu itu kan yang unik, termasuk di Indonesia. Jadi pelestarian saja,” ujarnya.


Menurutnya, Festival Rimpu Mantika juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan. Mahasiswa dapat memperoleh pengalaman langsung mengenai pengelolaan sebuah event, termasuk memahami bahwa dunia bisnis tidak hanya berkaitan dengan aktivitas jual dan beli.


“Kita juga mengajak mahasiswa-mahasiswa. Ini bagian dari pendidikan bahwa bisnis itu tidak hanya dijual dan beli saja, tapi banyak hal-hal lain seperti event organizer yang juga sangat berpengaruh ke depannya,” jelasnya.


Firdaus menegaskan, aspek yang paling penting dari keterlibatan lembaga pendidikan dalam kegiatan tersebut bukan semata-mata keuntungan bisnis, melainkan bentuk pengabdian kepada masyarakat.


“Sebenarnya yang terpenting itu bukan di bisnisnya, tapi bentuk pengabdian pada masyarakat yang diberikan. Jadi kontribusi itu lebih pada bagaimana sebuah lembaga pendidikan tinggi itu berkontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya masyarakat Danambojo,” katanya.


Ia berharap Festival Rimpu Mantika dapat terus berkembang sebagai ruang pelestarian budaya sekaligus menjadi sarana edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Keterlibatan generasi muda, mahasiswa, pelaku usaha, komunitas, dan berbagai unsur masyarakat dinilai penting agar budaya Rimpu tetap hidup dan dikenal secara luas.


Festival Rimpu Mantika sendiri menjadi salah satu agenda budaya yang memperkenalkan kekayaan tradisi Bima kepada masyarakat luas, sekaligus memperkuat posisi budaya lokal sebagai bagian dari potensi pariwisata daerah.


Penghargaan dari Pemerintah Kota Bima tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kerja dan kontribusi panitia dalam menyukseskan Festival Rimpu Mantika 2026 serta upaya menjadikan kegiatan budaya tidak hanya sebagai agenda seremonial, tetapi juga sebagai ruang pelestarian, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat. (RED).