Wisuda Angkatan XXIII, STIE Bima Cetak 254 Sarjana Baru

Iklan Atas Halaman 920x250

.

Wisuda Angkatan XXIII, STIE Bima Cetak 254 Sarjana Baru

Kamis, 27 Agustus 2026

 

Ketua STIE Bima saat menyampaikan laporan pada kegiatan wisuda.

Kota Bima, Jurnal NTB.- Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) BIMA kembali mencetak lulusan baru melalui Wisuda Angkatan XXIII, Kamis, 27 Agustus 2026. Sebanyak 254 sarjana resmi menyelesaikan pendidikan dan bersiap memasuki dunia profesional serta pengabdian di tengah masyarakat.

Ketua STIE BIMA, Firdaus, dalam laporan Ketua STIE BIMA menyampaikan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni akademik, tetapi menjadi momentum penting atas keberhasilan mahasiswa menyelesaikan proses pendidikan sekaligus awal untuk memasuki tantangan kehidupan yang lebih luas.

Menurut Firdaus, dari ratusan lulusan tersebut, sebanyak 165 mahasiswa telah mempublikasikan tugas akhirnya pada jurnal nasional terakreditasi Sinta 3 dan Sinta 4.

“Ini bukan sekadar angka. Ini adalah bukti bahwa STIE BIMA terus berperan,” kata Firdaus.

Ia menegaskan, capaian publikasi tersebut menjadi bukti penguatan kualitas akademik STIE BIMA, khususnya dalam bidang penelitian dan publikasi ilmiah. Penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi juga terus menjadi bagian penting dalam pengembangan institusi.

Firdaus mengatakan, penelitian yang dilakukan sivitas akademika tidak boleh berhenti pada karya ilmiah semata, tetapi harus mampu menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat dan memberikan solusi nyata.

“Penelitian harus berpijak dengan persoalan masyarakat. Penelitian harus memberikan solusi. Pengabdian harus memberikan manfaat dan ilmu pengetahuan harus menjadi kekuatan membangun daya,” ujarnya.

Dalam laporan tersebut, Firdaus juga menyampaikan bahwa selama tiga tahun terakhir STIE BIMA berhasil memperoleh pendanaan penelitian mencapai Rp1,04 miliar. Sementara pendanaan untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat mencapai Rp303 juta.

Pada 2025, pendanaan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi juga mengalami peningkatan sebesar 113,80 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Berbagai capaian tersebut, kata Firdaus, menjadi bagian dari upaya STIE BIMA untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki gelar akademik, tetapi juga kompetensi, karakter serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Perguruan tinggi tidak boleh berjalan di tempat. Dunia berubah, teknologi berubah, dunia kerja berubah, model bisnis berubah dan karena itu pendidikan tinggi harus berubah,” tegasnya.

Menghadapi perubahan tersebut, STIE BIMA juga terus mendorong penguatan literasi digital dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran, penelitian dan produktivitas akademik secara akademik dan bertanggung jawab.

“Kita ingin lulusan STIE BIMA bukan hanya siap menghadapi hari ini. Kita ingin lulusan STIE BIMA siap menghadapi masa depan,” kata Firdaus.

Ia menegaskan, wisuda Angkatan XXIII bukan menjadi akhir dari perjalanan para sarjana, melainkan titik awal untuk mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama berada di bangku kuliah.

Dengan bekal ilmu pengetahuan, kompetensi dan karakter, 254 sarjana baru STIE BIMA diharapkan mampu mengambil peran dalam dunia kerja, dunia usaha maupun kehidupan sosial kemasyarakatan serta memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa. (RED).